Merayakan Obama di Yekaterinburg  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Replika Presiden Amerika Serikat, Barack Hussein Obama dan Mitt Romney dalam acara pengumuman pemilihan umum Amerika Serikat di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (7/11). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Replika Presiden Amerika Serikat, Barack Hussein Obama dan Mitt Romney dalam acara pengumuman pemilihan umum Amerika Serikat di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (7/11). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Yekaterinburg - Udara dingin dan hujan salju ringan menemani aktivitas warga Yekaterinburg, Rusia, Rabu pagi, 7 November 2012. Namun suasana hangat terpancar dari sebuah kafe yang sudah dipenuhi pengunjung di pusat kota. Tak seperti biasanya, berbagai atribut Amerika Serikat menghiasi kafe. Bendera-bendera Amerika Serikat berukuran kecil menghiasi meja makan.

    Kipas kertas, pamflet, stiker, pin, dan map bertuliskan "Election 2012" bertebaran di meja. Hidangan sandwich, brownies, kentang goreng lengkap dengan sausnya, teh, kopi, dan tentu saja minuman bersoda dalam gelas-gelas kertas berwarna merah dan putih disajikan tanpa henti. Alunan lagu-lagu instrumental dari grup musik Angkatan Laut Amerika Serikat menemani para pengunjung. Inilah cara warga Amerika merayakan pemilu mereka.

    Tak hanya suasana kafe yang diubah ala Amerika. Para pengunjung pun diberi kesempatan merasakan suasana pemilu dengan memilih kandidat presiden melalui kertas suara yang dibagikan. Pengunjung bisa mencontreng nama pasangan calon presiden dan wakil presiden Barrack Obama-Joe Biden dari Partai Demokrat atau Mitt Romney-Paul Ryan yang jadi jagoan Partai Republik.

    Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Yekaterinburg, yang menjadi penyelenggara acara, juga memasang kotak setinggi satu meter berlapis kertas merah-biru. Kotak ini dijadikan tempat pengumpulan suara di dekat pintu masuk. Tak perlu khawatir, acara mencontreng ini hanya permainan dan tidak akan masuk dalam penghitungan resmi.

    Meski mengadakan acara khusus menyambut pemilu, kafe itu bukanlah tempat pemilihan suara. “Tentu saja ini bukan tempat pemilihan resmi. Kami hanya menyelenggarakan perayaan kecil-kecilan menyambut pemilu di negara kami. Lagi pula warga Amerika Serikat yang ada di kota ini sudah memberikan hak pilihnya,” kata Konsul Jenderal Amerika Serikat Michael Reinert kepada Tempo.

    Reinert mengatakan, ada sekitar 30 warga negara Amerika Serikat yang tinggal di Yekaterinburg. Mereka sudah memilih dengan menggunakan kertas suara yang dikirim melalui pos. “Kami tidak menggunakan fasilitas Internet atau e-mail karena dengan jalur pos ini memperkecil peluang terjadinya penipuan.”

    Pemilu Amerika Serikat memang selalu mampu menarik perhatian warga dunia, termasuk ratusan orang yang datang memenuhi kafe yang sudah disulap bak kantor tim sukses kandidat presiden itu. Seminggu sebelumnya, Konsulat Jenderal menerbitkan undangan khusus bagi para pelajar dari beberapa universitas di Yekaterinburg untuk ikut meramaikan perayaan pemilu itu. Ratusan pelajar dan pengajar Rusia bercampur baur dengan warga negara Amerika Serikat di kafe itu dan membuat suasana lebih meriah.

    Suasana kafe yang semarak jadi semakin riuh saat pengunjung kafe ikut bertepuk tangan menyambut siaran langsung di layar lebar yang menayangkan kemenangan Obama. “Untuk sementara, kita bisa lihat siapa yang menang. Obama bisa dikatakan akan kembali memimpin. Tapi, bagaimanapun, tetap harus menunggu pengumuman resmi dari hasil akhir penghitungan suara,” kata Reinert.

    Kunci keberhasilan Obama adalah keberhasilan meraih kemenangan di negara bagian Ohio. Ohio adalah satu battleground utama bagi Republik dan Demokrat selain Virginia, Wisconsin, New Hampshire, Iowa, dan Colorado. Mendapatkan kemenangan di wilayah ini berarti memperbesar peluang untuk menang pemilu.

    Posisi Obama sebelumnya sudah kuat setelah ia meraih kemenangan dengan mudah di kantong-kantong suara Demokrat, seperti California, New York, bahkan Michigan, yang merupakan tempat kelahiran Romney.

    Kemeriahan di kafe siang itu seperti pesta kemenangan bagi pendukung Obama. Warga Amerika Serikat bersama warga negara lainnya larut dalam euforia kemenangan Obama. Prediksi kemenangan Obama dalam pemilu kali ini sebelumnya juga sudah menjadi percakapan umum, termasuk di antara para pelajar.

    “Di sini situasi bisa makin sulit jika Romney yang menang. Dia pernah menyatakan Rusia adalah musuh nomor satu bagi Amerika. Itu sama saja membuka permusuhan dan itu buruk bagi perdamaian dunia. Tak perlu memberikan dukungan baginya,” ujar Muhammad Reza, mahasiswa Indonesia yang sudah dua tahun tinggal di Yekaterinburg.

    Banjir dukungan termasuk dari para pengunjung kafe yang mayoritas warga Rusia terhadap Obama bisa jadi karena hubungan antara Amerika Serikat dan Rusia selama ini terbilang cukup baik, meski sempat diwarnai ketegangan diplomatik terkait konflik di Suriah.

    “Khusus untuk hubungan Amerika dan Rusia, masih terlalu awal untuk memberikan gambaran saat ini,” ujar Reinert. “Tapi, pada dasarnya, kami punya hubungan cukup baik dan berharap itu bisa dikembangkan.”

    GABRIEL TITIYOGA (YEKATERINBURG)

    Berita lain:
    Pidato Kemenangan Obama Menggetarkan

    Akui Kekalahan, Romney Ucapkan Selamat pada Obama

    Obama Diminta Tidak Panaskan Konflik di Asia Timur

    Kicau Kemenangan Obama Terpopuler Sepanjang Masa

    Menang di Pilpres AS, Obama: "Four More Years"


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.