Brahimi Takut Suriah Seperti Somalia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lakhdar Brahimi. un.org

    Lakhdar Brahimi. un.org

    TEMPO.CO, Beirut - Utusan khusus PBB dan Liga Arab, Lakhdar Brahimi, menyatakan khawatir nasib Suriah seperti Somalia yang terbelah-belah akibat krisis politik yang tak berujung.

    Dalam sebuah wawancara dengan koran berbasis di London, Al-Hayat, diplomat ulung Aljazair ini mengaku berusaha menurunkan tensi perang sektarian dan etnis di Suriah. Namun, dia katakan, "Apa yang saya khawatirkan adalah yang terburuk yakni negara itu kolaps dan Suriah masuk ke jurang kehancuran seperti Somalia baru."

    "Rakyat saat ini sedang membicarakan soal risiko perpecahan di Suriah. Saya tidak melihat perpecahan tersebut," kata Brahimi. "Saya yakin jika isu ini tidak segera diselesaikan dengan benar, maka berbahaya, akan terjadi Somalisasi dan bukan terpecah belah. Akan terjadi pertempuran antarkelompok."

    Ketika ditanya, berapa lama konflik di Suriah bisa diselesaikan, Brahimi menjawab, "Setiap orang dihadapkan pada kepahitan, kesulitan, dan ketakutan. Jika krisis ini tidak diselesaikan dengan benar, maka penyelesaiannya akan memakan waktu selama setahun, dua tahun, bahkan mungkin lebih."

    Pada sisi lain, adu tembak antara pasukan pemerintah melawan pemberontak terus berkecamuk di beberapa kota di Suriah. Sejumlah pria bersenjata menembak mati saudara laki-laki ketua parlemen Suriah, Jihad Laham,  Mohammed Osama Laham, saat korban sedang mengendarai mobilnya menuju tempat kerja di Damaskus, Selasa, 6 November 2012.

    ARAB NEWS | CHOIRUL

    Berita Terpopuler:
    Tak Bayar Gaji, Dirut Metro TV Dilaporkan ke Polda

    IS, Terduga Peminta Upeti BUMN Terbaru

    Anggota DPR Mengaku Bukan Nabi, Juga Bukan Napi 

    Guruh Kritik Gelar Pahlawan Nasional Bung Karno

    Soekarno Jadi Pahlawan Nasional, Guruh Emoh Datang 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.