Perbedaan Suara Obama-Romney Setipis Silet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mitt Romney (kiri) dan Barack Obama. AP/Pablo Martinez Monsivais

    Mitt Romney (kiri) dan Barack Obama. AP/Pablo Martinez Monsivais

    TEMPO.CO, Washington - Barack Obama dan penantang dari Partai Republik, Mitt Romney, bersaing ketat dalam memperebutkan suara menuju Gedung Putih. Pemungutan suara telah resmi ditutup.

    Romney, mantan Gubernur Massachusetts, memenangkan pemilihan di beberapa negara bagian. Kemenangannya tercatat di Kentucky, West Virginia, South Carolina, Indiana, Oklahoma, dan Tennessee. Obama memenangkan pilihan di negara bagian asal Romney di Massachusetts dan tujuh negara lainnya ditambah District of Columbia. Dia juga menang di negara bagian asalnya, Illinois, serta negara bagian asal Joe Biden, Delaware.

    Banyak media menyebut, perbedaan suara antara Obama dan Romney setipis silet. Perolehan suara mereka susul-menyusul. Posisi terakhir, Obama 123 suara dan Romney 153 suara. Dibutuhkan 270 suara untuk memenangkan pencalonan.

    Jajak pendapat dari pemilih di negara-negara kunci menunjukkan ekonomi adalah masalah utama di benak pemilih. Jelas bahwa Obama tidak akan melakukan sebaik yang dia lakukan pada tahun 2008, ketika ia menang dengan margin 7,3 persen dari suara rakyat.

    Jajak pendapat lain menunjukkan Romney yang menang antara laki-laki dengan dua digit. Obama menang di kalangan perempuan, yang merupakan fokus dari banyak kampanyenya, namun dengan margin yang lebih kecil dari empat tahun yang lalu.

    Obama menunggu hasil pemungutan suara diumumkan di Chicago dan Romney berada di Massachusetts, setelah 17 bulan dan lebih dari US$ 2 miliar dihabiskan oleh masing-masing calon presiden.

    "Cara yang kasar. Semua orang ingin seseorang untuk disalahkan," kata Frank Robles, 45 tahun, yang mempekerjakan 15 orang di rumahnya yang menjadi toko sepatu di Las Vegas Utara. Namun Robles yang mendukung Obama, mengatakan dia tidak bukan penyebab krisis ekonomi. "Orang perlu untuk memberinya kesempatan."

    Di Ohio, ajang pertempuran utama bagi kedua belah pihak, suasana di beberapa tempat pemungutan suara sangat santai dan akrab, meskipun kampanye intens dan rentetan iklan TV negatif.

    "Terlalu banyak iklan, fitnah terlalu banyak," kata Nancy Manion.

    BBC | TRIP B

    Berita lain:
    Kampanye Emosional Obama di Iowa

    Mitt Romney Bidik Ohio 

    Hingga Hari Pemilihan, Obama Masih Diunggulkan

    181 Seleb Hollywood Dukung Obama

    Jadwal Pemilihan Bakal Diperpanjang



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.