Bocoran: Israel Tak Bulat Soal Serang Iran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. REUTERS/Ronen Zvulun

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. REUTERS/Ronen Zvulun

    TEMPO.CO, Tel Aviv - Badan Intelijen Militer Israel pernah diperintahkan  pada tahun 2010 untuk mempersiapkan serangan atas Iran. Sebah laporan yang baru terungkap kemarin menyebutkan.

    Laporan investigasi oleh televisi Israel, Channel 2 yang mengudara Senin malam, mengatakan bahwa ketika Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Ehud Barak memerintahkan Israel mempersiapkan serangan. Kepala intelijen menuduh mereka "mencuri keputusan untuk pergi berperang."

    Usai briefing keamanan yang dihadiri Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel (IDF) Letnan Jenderal Gabi Ashkenazi dan kepala Dinas Rahasia Mossad Meir Dagan berakhir, Netanyahu dilaporkan telah memerintahkan mereka untuk meningkatkan pasukan keamanan ke tingkat pra-serangan "P-Plus."

    Dalam bahasa militer Israel, perintah ini tidak main-main. "Ini bukan sesuatu yang Anda lakukan jika Anda tidak yakin Anda ingin berakhir dengan operasi militer," kata Ashkenazi. Ia menambahkan bahwa persiapan akan menciptakan "fakta di lapangan" yang bisa mengakibatkan perang. Ia mengobaratkan, "Akordeon menghasilkan musik saat Anda bermain dengan itu."

    Dagan saat itu disebut-sebut berkomentar tak sopan pada atasannya, dengan sedikit nada tinggi. "Anda mungkin akan membuat keputusan ilegal untuk pergi berperang," katanya. "Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan mencoba untuk mencuri keputusan untuk pergi berperang."

    Ini adalah bocoran pertama yang makin menguatkan rumor adanya perselisihan tingkat tinggi di Isarel. Ashkenazi dan Dagan secara terbuka mengkritik prospek serangan pada program nuklir Iran sejak mereka mengundurkan diri dari jabatan mereka. Dagan mundur pada akhir 2010, Ashkenazi pada tahun 2011. Daganpernah menyebut serangan atas Iran sebagai "hal yang bodoh."

    Dalam sebuah wawancara dengan Channel 2, Barak menegaskan bahwa perintah meningkatkan kesiapan untuk P-Plus tetapi membantah itu berarti perang tak terelakkan. Dia menuduh Ashkenazi mengatakan IDF tidak memiliki kemampuan operasional.

    "Seorang kepala staf perlu membangun kapasitas operasional, ia harus memberitahu kita secara profesional apakah kita dapat beroperasi atau tidak dan ia dapat dan harus memberikan rekomendasi," kata Barak.

    ABC NEWS | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.