Ulama Iran Prihatinkan Nasib Syiah di Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ayatullah Mohammad Ali Taskhiri. taghribnews.com

    Ayatullah Mohammad Ali Taskhiri. taghribnews.com

    TEMPO.CO, Jakarta- Tokoh ulama Iran menyerukan agar semua mazhab dalam Islam berdialog, bersahabat dan tidak saling menuding satu sama lain. Ayatullah Mohammad Ali Taskhiri (Ketua Organisasi Pendekatan Antara Madhab-madhab Islam) yang tengah berkunjung ke Indonesia menyatakan Al Quran menganjurkan umat Muslim untuk berdialog, tidak saja dengan sesama agama tetapi juga agama lain.

    “Sebagaimana Al Qur'an mengatakan 'Wahai para pengikut, marilah mencari persamaan, kemudian mengembangkan persamaan itu, dan menjadikannya sebuah visi, dimana kerja sama dikembangkan dari sana,” kata Ayatullah dalam bahasa Parsi, yang diterjemahakan oleh Atase Pers Kedutaan Iran di Jakarta, Ali Pahlevani Rad, Senin 5 November 2012.

    Pernyataan tersebut disampaikan Ayatullah menanggapi  kekerasan yang dialami warga Syiah di Indonesia. Dia mengimabu semua umat Muslim untuk berdialog, bersahabat dan menjalin persahabatan yang dilandasi dengan kasih sayang.

    “Tidak boleh sombong, tidak boleh menolak satu sama lain, tidak boleh menuding yang satu kafir atau yang lain sesat,” katanya.

    Para ulama, kata Ayatullah, seharusnya harus sering bertemu, belajar satu sama lain dan menyelesaikan masalah, silang pendapat dilandaskan dengan niat, tekad dan kejujuran. Dia mengingatkan bahwa sepanjang sejarah umat manusia, khususnya sejarah Islam, jika para pengikut mazab saling tuding menuding menyalahkan hal itu menimbulkan kerugian.

    Dalam acara makan malam di kediaman Duta Besar Iran untuk Indonesia, Ayatullah juga didampingi penasihat Presiden Mahmoud Ahmadinejad yang merupakan ulama ahlul sunnah wal jamaah atau beraliran Sunni. Ayatullah memberi contoh hubungan mereka dalam memberikan masukan kepada presiden dan berdialog sebagai kerukunan antar mazhab di Iran.

    “Beliau adalah salah satu imam pengikut sunnah wal jamaah. Meski bukan syiah tapi dia penasihat presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad. Kami bekerja sama, berbicara, saling belajar satu sama lainnya dan memajukan kepentingan umat,” kata Ayatullah.

    Selama kunjungannya ke Indonesia dan menghadiri acara Hari Raya Ghadir di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Dia juga bertemu dengan tokoh-tokoh agama di Jakarta. Dalam acara makan malam tersebut, tampak pula artis Ahmad Dhani dan beberapa anggota DPR RI.

    NATALIA SANTI

    Berita Terpopuler:
    Ke DPR, Dahlan: Saya Bawa Nyawa Saya

    ''Andi dan Anas Akan Mundur Sendiri'' 

    Pemerasan BUMN: Upeti Rp 18 Miliar Merpati ke DPR 

    Dahlan Serahkan Dua Nama Peminta Upeti BUMN 

    Risalah Rapat Pokja Hambalang Misterius


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.