Obama-Romney Ketat sampai Akhir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mitt Romney (kiri) dan Barack Obama. AP/Pablo Martinez Monsivais

    Mitt Romney (kiri) dan Barack Obama. AP/Pablo Martinez Monsivais

    TEMPO.CO, Ohio-Menjelang hari pemilihan, Selasa besok, Presiden Barack Obama dan kandidat dari Partai Republik, Mitt Romney, masih bersaing ketat. Dalam kampanye, keduanya mengingatkan pemilih untuk memberikan suara kepada orang yang tepat memimpin Amerika untuk empat tahun ke depan.

    Romney bergerak cepat dari New Hampshire menuju Iowa dan New Colorado. Kepada pendukungnya, Romney mengatakan bahwa pemilihan suara akan menjadi “balas dendam terbaik”.

    "Memilih untuk balas dendam," kata Romney di New Hampshire. "Saya ingin mengatakan kepada Anda semua, pilihlah untuk negara Anda. Ini saatnya kita memimpin Amerika menuju tempat yang lebih baik."

    Obama, yang berkampanye di Ohio dan Virginia, mengingatkan pemilihnya bahwa pemilu Selasa besok bukanlah soal memilih dua calon atau dua partai. Ia menyebutkan bahwa pemilu adalah memilih di antara dua visi yang berbeda untuk Amerika.

    "Setelah empat tahun menjadi presiden, Anda tahu siapa saya," kata Obama di hadapan 4.000 pendukungnya di Ohio.

    Setelah melakukan reli pada Sabtu pagi di pesisir New Hampshire, Romney menuju Iowa dan Colorado. Dia mengganti rencana kampanye di Nevada pada hari Minggu untuk menuju Iowa, Ohio, Pennsylvania, dan Virginia.

    Obama, Sabtu lalu, melakukan kampanye di Ohio, Milwaukee, dan Dubuque, Iowa, serta berakhir di Bristow, Virginia. Adapun kemarin ia berkampanye di New Hampshire, Florida, Colorado, dan Ohio.

    Dalam survei yang dilakukan oleh kantor berita Reuters dan lembaga survei Ipsos menunjukkan bahwa keduanya bersaing secara ketat di Ohio, Florida, Virginia, dan Colorado. Survei ini dilakukan dengan metode online dan dengan margin of error sebesar 3,4 persen.

    Secara nasional, hasil survei itu menunjukkan, 47 persen warga di empat wilayah tersebut memilih Obama, sedangkan 46 persen memilih Romney. "Ini ada kemungkinan akan terus ketat sampai pada hari pemilihan benar-benar terjadi," ujar pengamat survei dari Ipsos, Julia Clark, seperti dilansir Reuters, Ahad 4 November 2012 kemarin.

    Julia mengaku tidak bisa memprediksi bagaimana nantinya hasil pemilihan di keempat negara bagian tersebut. Dia melihat secara electoral memang terlihat mendukung Obama, tetap juga tidak dalam angka yang signifikan. "Perbedaan mereka akan sangat tipis," katanya.

    REUTERS | WASHINGTON POST | USA TODAY | RAJU FEBRIAN

    Berita Terpopuler
    Masuk Suriah, Ucapkan Salam Lancar Kemudian
    Ribuan Korban Badai Sandy Terancam Kedinginan  
    Akibat Sandy, New Jersey Boleh Pilih via Email  
    Taiwan Kurangi 30 Persen Gas Rumah Kaca 2020  
    Risalah Rapat Pokja Hambalang Misterius
    Negosiasi Alot, Penetapan Upah Minimum Telat
    Soal Upeti ke DPR, Dahlan Iskan Didesak Lapor KPK
    Buku Direktori Seni Terbitan Pertama Taman Budaya
    Rekonsiliasi Lampung Selatan Masih Berproses


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.