Kata Sipir Woodford Soal WNI Penyelundup Manusia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. gizmodo.com

    Ilustrasi. gizmodo.com

    TEMPO.CO , Brisbane: Para pesakitan asal Indonesia yang mendekam di penjara Woodford, Australia, gara-garaterjerat kasus penyelundupan manusia ke Australia dinilai berkelakuan sangat baik. Selain sopan, Pengawas Penjara Woodford, Rob Hal memuji sifat rajin yang ditampilkan para WNI yang ditahan disana.

    "Sering kala saya berkeliling malam, mereka sedang salat berjamaah, itu sangat menyentuh, mereka sebenarnya orang yang sangat baik," katanya kepada Tempo, Sabtu, 3 November 2012.

    Rob mengaku tidak pernah menemukan masalah apapun dengan para WNI penyelundup manusia itu. Menurutnya, para tahanan Indonesia tak jarang membantu pekerjaan para sipir dengan baik. "Mereka bisa dipercaya, sebab tidak ada yang berbuat onar," katanya.

    Dalam penjara Woodford, kata Rob, para narapidana asal Indonesai diperbolehkan beribadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. malah penjara memberikan kesempatan spesial kala para tahanan muslim merayakan hari rayanya.

    Sikap kooperatif yang diperlihatkan penjara Woodford diapresiasi oleh konsulat jenderal RI untuk Sidney. Menurut salah seorang stafnya, Fahmi Jamaludin, Rob bersama stafnya sangat mebantu konsulat dalam memberikan pendampingan kepada para tahanan. "Kelonggaran membuat kami bisa berbuat banyak bagi mereka," ujarnya.

    SANDY INDRA PRATAMA (BRISBANE)

    Berita Terpopuler
    Tangan Besi di Balik Windows 8

    Kuburan Massal Penyu Jurrasic Ditemukan di Cina

    2013, Situs Pembajak Terbesar di Dunia Hidup Lagi

    10 Pencarian Terpopuler Google Pekan Ini 

    Tiga dari Empat Ponsel Cerdas Pakai Android

    Khosik, Gajah yang Bisa Meniru Suara Manusia

    Tiga Pejabat Eksekutif Facebook Jual Sahamnya 

    Kicauan Soal Badai Sandy Kalahkan Aksi Madonna

    Baru 17 Persen Pengguna Mau Migrasi ke Windows 8  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.