Kafe Ini Tawarkan Sejam Tidur dengan Orang Asing

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. webmd.com

    Ilustrasi. webmd.com

    TEMPO.CO, Tokyo - Kadang-kadang, setelah hari yang panjang dan penuh tekanan, tidak ada yang lebih menyenangkan daripada merangkak ke tempat tidur bersama seseorang atau tertidur di lengan mereka.

    Tapi bagaimana jika tidak memiliki siapa pun untuk dipeluk atau memeluk saat tidur? Jika Anda berada di Jepang, Anda bisa datang ke kafe ini. Jangan ngeres dulu, teman tidur yang mereka sediakan benar-benar untuk menemani tidur, bukan untuk hal lainnya dalam konotasi bercinta.

    Soineya, nama kafe ini -- artinya tidur bersama --  adalah kafe pertama di Jepang yang menyediakan teman tidur. Pelanggan dapat membayar untuk tidur dalam pelukan seorang gadis dengan tarif dihitung per jam. Kafe ini berdiri di Akihabara, distrik elektronik di Tokyo. Di sini adalah juga pusat bisnis eksentrik, seperti kafe pembantu.

    Soineya mendefinisikan dirinya sebagai "toko khusus teman tidur", atau sering juga disebut sebagai "kafe berpelukan". Menurut homepage resmi mereka, Soineya menawarkan pelanggan "kenyamanan sederhana dan tidur bersama-sama dengan seseorang."

    Harga yang ditawarkan mulai 3.000 yen (setara Rp 358 ribu) untuk tidur selama 20 menit hingga 50 ribu yen (setara Rp 5,98 juta) untuk tidur selama 10 jam. Fee untuk Simei-ryo, istilah untuk teman tidur, adalah antara 1.000 hingga 1.500 yen perjam.

    Tarif tambahan akan dikenakan jika pelanggan ingin tidur di lengannya (1.000 yen per 3 menit), diusap punggungnya (1.000 yen per 3 menit), pijat kaki (2.000 yen per 3 menit), dan tidur dengan kepala di pangkuannya (1.000 yen per 3 menit).

    Sejak dibuka hingga hari ini, kafe ini ramai dikunjungi pelanggan. Kebanyakan adalah para pekerja yang berkantor di sekitarnya.

    JAPAN TODAY | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.