Pistol Pengawal William Tak Sengaja 'Menyalak'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran William bersama Istrinya Catherine saat kunjungannya di Kranji War Memorial, 13-9, 2012. Kunjungan ini merupakan bagian dari tur ke Asia dan Pasifik dan juga sebagai bagian dari Perayaan Penobatan Ratu Inggris Elizabeth II ke-60. (AP Photo/Wong Maye-E)

    Pangeran William bersama Istrinya Catherine saat kunjungannya di Kranji War Memorial, 13-9, 2012. Kunjungan ini merupakan bagian dari tur ke Asia dan Pasifik dan juga sebagai bagian dari Perayaan Penobatan Ratu Inggris Elizabeth II ke-60. (AP Photo/Wong Maye-E)

    TEMPO.CO, London - Scotland Yard meluncurkan penyelidikan setelah seorang petugas yang menjaga Duke dan Duchess of Cambridge, Pangeran William dan Kate Middleton, tak sengaja menembakkan senjatanya di luar rumah mereka. Polisi berpakaian preman itu sedang bertugas di rumah yang disewa pasangan itu di Anglesey, North Wales, ketika dia tak sengaja menarik pelatuk senjatanya.

    William sedang berada di tempat kerjanya saat insiden itu, tetapi istrinya diyakini berada di rumah. Sumber-sumber kepolisian menekankan, baik Kate maupun Pangeran William, sama-sama tak dalam kondisi bahaya.

    Insiden itu terjadi saat jam makan siang pada Rabu pekan lalu ketika petugas--yang namanya dirahasiakan--berada di sebuah mobil di luar rumah. Menurut kepolisian Inggris, "Dia tidak sengaja menekan pelatuk senjatanya."

    Untungnya, peluru mengenai lantai mobil--diyakini Range Rover--dan tak satu pun dari dua orang di dalam mobil itu terluka. Kini, senjata petugas itu disita sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

    Petugas pengawal kerajaan menggunakan senjata buatan Austria kaliber 9 milimeter Glock 17, pistol semi-otomatis.

    Juru bicara Istana St James menolak untuk mengomentari insiden tersebut. Rumah di Anglesey adalah kediaman tak resmi Pangeran William. Di London, mereka biasa tinggal di  Kensington Palace.

    BBC | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.