Vatikan Batasi Tamu Kapel Sistine

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Benedict XVI tiba di Basilika Santo Peter, vatikan untuk memimpin seremoni Paskah (5/4). REUTERS/Max Rossi

    Paus Benedict XVI tiba di Basilika Santo Peter, vatikan untuk memimpin seremoni Paskah (5/4). REUTERS/Max Rossi

    TEMPO.CO , Vatican--Memperingati lima abad kehadiran kapel Sistine, pemerintah Vatican menyatakan akan membatasi pengunjung untuk melihat lukisan dinding karya Michelangelo dan karya seniman dunia lainnya di dalam kapel, Rabu 31 Oktober 2012.

    Kapel Sistine memiliki lukisan terkenal yang menggambarkan ketika Tuhan memberikan kehidupan kepada Adam, manusia pertama di bumi. Panorama Tuhan yang menyentuh jari Adam tersebut rupanya mulai tergerus akibat nafas, keringat dan panas yang dihasilkan 10 hingga 30 ribu pengunjung yang mampir ke Kapel tiap hari.

    Sebenarnya pemerintah Vatikan sudah menyediakan pendingin udara sejak 1990. Sayangnya jumlah pengunjung tak seimbang dengan suhu dingin yang dikeluarkan mesin sehingga jumlah debu dan kotoran dari pengunjung tetap banyak di dalam ruangan.

    Direktur Museum Antonio Paolucci menuturkan telah meminta perusahaan khusus pendingin udara untuk membuat sistem pemurnian udara. Tetapi jika hingga akhir tahun, pemasangan sistem tersebut belum rampung terpaksa jumlah turis akan dibatasi.

    Ide pembatasan tersebut mendapat kritikan dari sejumlah media lokal. Mereka menyatakan seharusnya tak boleh ada pembatasan bagi jamaah dari seluruh dunia yang memang menyempatkan untuk datang ke Sistine. Mereka menuduh bahwa gereja sengaja membatasi untuk memperoleh banyak uang.

    Sebab tiket umum untuk masuk kawasan plaza St Peter adalah 15 euro. Tapi untuk tur pribadi, Anda bisa membayar 220 euro dan dengan 10 orang bisa memasuki kawasan ini.

    "Sistine seharusnya tempat untuk menyendiri dan menikmati Mahakarya sang jenius," ujar kritikus seni Robert Hughes. Tapi kini semuanya tampak mukil. "Pariwisata massal telah menjadikan kawasan kontemplatif Goethe menjadi sebuah arena rugby," kata dia.

    Menurut Hughes, menikmati lukisan adalah seni dalam kesunyian. Tapi sekarang di Kapel Sistine, suara-suara komentar pengunjung bergema dimana-mana. Dan sangat sulit mengabaikan percakapan di dekat Anda dalam Kapel Sistine.

    Karya Michelangelo di Kapel Sistine disebut-sebut sebagai salah satu Maha Karya seniman asal Italia ini. Michelangelo menghabiskan waktu empat tahun untuk melukis dinding kapel.

    KOREAHERALD|BBC|DIANING SARI

    Baca juga:
    SBY Dijamu Makan Malam di Istana Buckingham

    Personel Secret Service Bunuh Diri

    Jalani 90 Operasi Demi Mirip Kekasih Barbie

    Badai Sandy Buktikan Kekuatan Media Sosial

    Romney Kaitkan Obama dengan Castro dan Chavez


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.