Setelah Badai Sandy, Bahan Bakar Langka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga New Jersey mengantre di sebuah pom bensin usai wilayah tersebut diterjang Badai Sandy, Kamis (1/11). AP Photo/Peter Hermann, III

    Warga New Jersey mengantre di sebuah pom bensin usai wilayah tersebut diterjang Badai Sandy, Kamis (1/11). AP Photo/Peter Hermann, III

    TEMPO.CO, New York -- Ratusan pengemudi di New York membawa kendaraannya dalam antrean pompa bensin, Kamis, 1 November 2012. Mereka rela menanti berjam-jam karena stok bahan bakar mulai langka setelah kedatangan badai Sandy, yang menghantam kota itu mulai Senin dinihari, 29 Oktober 2012.

    Antrean pencari bahan bakar tak cuma terjadi di New York. Ratusan orang di Keyport, New Jersey, juga datang ke stasiun pengisian bahan bakar umum dengan membawa tong besi dan plastik warna merah bertulisan "Gasoline".

    Menurut situs berita Chicago Tribune, para pengantre memburu gas untuk menghidupkan genset di tempat tinggal mereka. Sebab, hingga Kamis, 1 November 2012, masih banyak rumah yang listriknya padam.

    Seorang pengantre, Jessica Bajno, 29 tahun, bercerita bahwa ia telah menyusuri kota sepanjang pagi. Dia mencari pompa bensin yang buka. "Nyatanya, banyak SPBU yang tutup," kata Bajno kepada Reuters.

    Menurut perusahaan listrik di New York, pasokan listrik bakal sangat terbatas hingga beberapa pekan mendatang. Perusahaan itu baru bisa menyalurkan listrik bagi 250 ribu pelanggan. Sedangkan 650 ribu pelanggan masih tinggal dalam kegelapan.

    Kata perusahaan listrik itu, sebagian besar pelanggan bakal kembali menikmati listrik pada 10-11 November 2012. Adapun sebagian lainnya mungkin baru bisa mendapatkannya beberapa minggu lagi. 

    Padamnya listrik di ribuan rumah warga membuat banyak orang memutuskan tinggal di hotel untuk sementara waktu. Tapi itu bukan hal yang mudah dilakukan. Sebab, hampir seluruh kamar hotel di New York telah terpesan.

    Hal ini menimpa sutradara iklan, Chris Swift. Listrik apartemennya di Manhattan mati, sehingga ia terpaksa mencari penginapan. Karena jalanan masih dilanda banjir, jumlah taksi sedikit, dan baterai telepon selulernya mati, ia pun terpaksa berjalan kaki menuju hotel. "Saya coba datangi 20 hotel di New York dengan berjalan kaki, tapi semuanya sudah penuh," kata dia. 

    Ia pun berencana menginap di rumah kerabatnya di Brooklyn. "Tapi tidak ada taksi. Kendaraan saya serta teman dsaya sudah kehabisan bensin."

    Hingga hari kelima sejak datangnya badai Sandy, tercatat 95 orang meninggal. Jumlah itu diperkirakan bakal terus meningkat. Tim pencari dan penolong atau SAR masih menelusuri rumah penduduk dan apartemen guna mencari korban.

    CORNILA DESYANA

    Berita Lainnya:
    Angelina Sondakh Akui Pertemuan di Kemenpora
    Jokowi Pertanyakan 3 Soal Sebelum Loloskan MRT
    Lima Penyidik KPK Mengundurkan Diri
    ''2014, Jakarta Akan Mirip Shanghai'' 
    Denny Kuliahi Dosennya Di Melbourne


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?