Bos Kartel Obat Bius Kolombia Dibekuk di Argentina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Policia

    REUTERS/Policia

    TEMPO.CO, Buenos Aires - Pentolan obat bius Kolombia yang paling dicari aparat keamanan, Henry de Jesus Lopez, behasil dibekuk petugas di luar sebuah restoran di pinggiran Buenos Aires, ibu kota Argentina, Selasa malam waktu setempat, 30 Oktober 2012.

    Polisi Kolombia membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mengejar gembong mafia obat bius ini, termasuk menyisir seluruh persembunyiannya di Amerika Selatan.

    Dalam pelariannya, Lopez menggunakan paspor palsu dari lima negara. Lopez dalam banyak hal mengaku sebagai seorang saudagar dari Venezuela dengan sebutan Mi Sangre atau My Blood. Ia sengaja diburu petugas karena didakwa telah mengapalkan berton-ton kokain ke Amerika Serikat melalui Amerika Tengah.

    Lopez dan seorang pengawalnya, jelas petugas kepolisian pada Rabu, 31 Oktober 2012, ditahan tanpa perlawanan di lapangan parkir Fettuccine Mario saat akan makan malam di daerah pinggiran Buenos Aires, Pilar.

    Menurut Direktur Kepolisian Nasional Jenderal Jose Roberto Leon di Bogota, pria 41 tahun ini memimpin Urabenos, geng obat bius berbasis di Kolombia Utara setelah muncul kelompok paramiliter sayap kanan yang mengoperasikan perdagangan obat bius. Kelompok ini mengambil nama Gulf of Uraba, sebuah pantai di Karibia, Kolombia, untuk operasi geng obat biusnya.

    Menteri Keamanan Argentina,Sergio Berni, menyebut Lopez sebagai orang yang sangat berbahaya dan menganggap dia bertanggung jawab atas ratusan korban kematian.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Terpopuler:
    Antara Sandy, Halloween, dan Frankenstorm

    Ibu Negara Korea Utara Hamil?

    Bloomberg: Badai Sandy Kali Ini yang Terbesar

    Zikir Menyongsong Sandy

    Kritik Pemerintah, Vietnam Penjarakan Penulis Lagu  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.