Arab Saudi Bangun Islamic Centre di Afganistan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Abdullah bin Abdul Aziz al-Saud. AP/Hassan Ammar

    Raja Abdullah bin Abdul Aziz al-Saud. AP/Hassan Ammar

    TEMPO.CO, Kabul - Kerajaan Arab Saudi akan membangun sebuah Islamic Centre di ibu kota Kabul, Afganistan, senilai US$ 100 juta atau sekitar Rp 960 miliar. 

    "Pusat pengembangan Islam ini akan dilengkapi dengan sebuah universitas dan masjid," kata seorang menteri Afganistan, Senin, 29 Oktober 2012, seraya menyebut bahwa proyek pembangunan ini sebagai "sesuatu yang agung dan unik."

    Dayi-Ul Haq Abed, Menteri Urusan Agama dan Haji, dalam keterangannya kepada kantor berita AFP mengatakan, "Anggaran sebesar itu untuk pembangunan pusat peradaban Islam di puncak bukit di Kabul tengah disertai bangunan asrama bertingkat yang sanggup menampung 5.000 mahasiswa."

    Dia menambahkan, bangunan ini kelak akan diberi nama Penguasa Dua Masjid Suci Raja Abdullah. "Persetujuan bantuan itu telah diteken di Jedah pekan lalu. Pembangunannya akan dimulai tahun depan, yang akan berlangsung dalam beberapa bulan atau lebih," ujarnya.

    Masjid yang akan dibangun arsitekturnya mirip dengan Masjid Faisal di ibu kota Pakistan, Islamabad, yang juga dibangun oleh Kerajaan Arab Saudi pada 1980-an, berkapasitas 15 ribu jemaah.

    Menteri mengatakan, pusat peradaban Islam ini akan dikelola bersama antara Kementerian Urusan Agama Arab Saudi dan Afghanistan. Sedangkan univeritas lainnya di Afghanistan akan dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi.

    ARAB NEWS | CHOIRUL

    Berita Terpopuler:
    Sekali Rapat, DPR Minta Lebih dari Rp 1 Miliar  

    KPK Mulai Bidik Pimpinan Badan Anggaran DPR 

    Sekretaris MA Mengaku Pengusaha Sarang Burung

    Anggaran Militer Juga Terkena Kutipan DPR

    Firman Utina Cs Sempat Lawan 12 Pemain Australia  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.