Gencatan Senjata di Suriah Berakhir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap mengepul di atas distrik Saif Al Dawla di Aleppo, Suriah, Selasa (2/10). AP/ Manu Brabo

    Asap mengepul di atas distrik Saif Al Dawla di Aleppo, Suriah, Selasa (2/10). AP/ Manu Brabo

    TEMPO.CO, Damaskus - Jet-jet tempur Suriah melanjutkan aksi pengeboman ke benteng pertahanan pemberontak di pojok ibu kota. Bombardir mesin pembunuh ini sebagai bentuk akhir dari gencatan senjata antara dua kubu seusai perayaan Idul Adha, Sabtu pekan lalu. Demikian keterangan kelompok oposisi kepada pers, Senin, 29 Oktober 2012.

    Mereka mengatakan, serangan jet perang Suriah pada Senin, 29 Oktober 2012, adalah Harat al-Shawm, sebuah kawasan permukiman tetangga sebelah timur Damaskus. Para aktivis melaporkan serangan udara juga terjadi di Damaskus dan kawasan lainnya pada Ahad, 28 Oktober 2012.

    "Serangan udara, darat, dan bom mobil menewaskan sedikitnya 100 orang dalam sehari," kata para aktivis.

    Kedua belah pihak yang berseteru, pemberontak dan pasukan pemerintah, hampir sepakat pada isi perjanjian gencatan senjata atas prakarsa utusan khusus PBB dan Liga Arab, Lakhdar Brahimi. Mereka setuju untuk menghentikan pertempuran selama empat hari terhitung sejak Kamis, 25 Oktober 2012, atau sehari menjelang Idul Adha. Namun pertempuran sporadis masih terjadi. "Komandan militer masih mempejalari isi perjanjian," kata Menteri Dalam Negeri Suriah pekan lalu.

    Pemerintah Suriah melarang hampir semua media asing beroperasi di negaranya, termasuk Al Jazeera, untuk memverifikasi laporan dari aktivis maupun otoritas Suriah.

    Ledakan bom, serangan mortir, dan tembakan senapan mesin terus membahana di Aleppo, kota kedua terbesar di Suriah. Pada bagian lain di Provinsi Idlib, serangan bersenjata menewaskan setidaknya 16 orang pada Ahad, 28 Oktober 2012, berikut tujuh anak dan lima perempuan.

    "Gencatan senjata secara praktis telah bubar. Damaskus telah melakukan serangan brutal melalui udara dalam sehari serta telah menahan ratusan orang," kata Fawaz Tello, dari kelompok oposisi, kepada kantor berita Reuters.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Berita Terpopuler:
    Dahlan Akan Buka Oknum DPR Peminta Jatah ke BUMN

    Kisah Jenderal Pramono Edhi dan Makelar Senjata

    Rahasia Kisah Asmara W.R. Soepratman

    Siasat Dagang Makelar Senjata

    Ketika Senjata Tempur TNI Sudah Tua dan Lelah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.