Ikan Fukushima Terkontaminasi Nuklir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masataka Aoki (kanan), seorang pekerja sukarela yang pernah bekerja sebagai insinyur perencana nuklir, membaca alat pengukur radiasi, saat acara 'bersih-bersih' radiasi yang diadakan seorang pendeta Zen bernama Koyu Abe. Abe mengadakan acara ini untuk meringankan beban dan menghibur warga yang terkena dampak bocornya reaktor Fukushima akibat bencana gempa dan tsunami tahun lalu. Foto diambil 5 Februari 2012. REUTERS/Yuriko Nakao

    Masataka Aoki (kanan), seorang pekerja sukarela yang pernah bekerja sebagai insinyur perencana nuklir, membaca alat pengukur radiasi, saat acara 'bersih-bersih' radiasi yang diadakan seorang pendeta Zen bernama Koyu Abe. Abe mengadakan acara ini untuk meringankan beban dan menghibur warga yang terkena dampak bocornya reaktor Fukushima akibat bencana gempa dan tsunami tahun lalu. Foto diambil 5 Februari 2012. REUTERS/Yuriko Nakao

    TEMPO.CO , Jakarta: Sesuai peraturan pemerintah Jepang, sekitar 40 persen ikan yang ditangkap dekat Fukushima dianggap tak layak dikonsumsi manusia. Ahli kimia laut Amerika Serikat, Ken Buesseler telah mengkaji data itu dan dipublikasikan di jurnal Science pekan ini.

    Ia mengatakan mungkin ada dua sumber kontaminasi yang tak kunjung hilang. "Ada kebocoran ke laut dari polusi air tanah di bawah Fukushima. Dan kontaminasi itu berada di lapisan sedimen jauh dari pantai," ujar Buesseler. Menurut dia, masalah ini akan menjadi perhatian selama beberapa dekade ke depan.

    Buesseler berafiliasi dengan Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI) Amerika Serikat. Evaluasinya mencakup data yang dikumpulkan oleh Departemen Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang selama 1 tahun. Catatan bulanan memperlihatkan tingkat caesium radioaktif secara detail yang ditemukan dalam ikan dan produk makanan laut lainnya tak lama setelah gempa bumi pada Maret 2011 di Tohoku. Gempa itu memicu tsunami dan menyebabkan krisis Fukushima.

    Isotop cesium -134 dan 137 dapat ditelusuri langsung dari pembangkit listrik yang telah lumpuh. Pemerintah Jepang menggunakan informasi ini untuk memutuskan apakah lima pantai sepanjang pantai timur perfektur, termasuk Fukushima, harus dibuka atau ditutup.

    Cesium tidak biasanya tinggal di jaringan ikan air asin untuk waktu yang lama. Rata-rata beberapa persen per hari harus kembali mengalir ke air laut. Sehingga, fakta bahwa ikan-ikan ini terus terkontaminasi dalam level tinggi, maka menunjukkan sumber pencemaran belum benar-benar berhenti.

    Bagi peneliti WHOI, dasar laut menjadi tempat penampungan utama untuk polutan cesium ini. "Anda tahu jenis ikan yang hidup di dasar laut, seperti kepiting, kerang tampaknya akan meningkatkan akumulasi isotop cesium. Karena habitat mereka di dasar laut," ujar Buesseler.

    Buesseler juga menegaskan bahwa sebagian besar ikan yang ditangkap di lepas pantai timur laut Jepang layak untuk dikonsumsi manusia. Dan sementara angka 40 persen tangkapan aman di prefektur Fukushima mungkin terdengar mengkhawatirkan. Tetapi jumlah itu sedikit menyesatkan.

    April lalu, pemerintah Jepang berusaha memberi batasan kepada masyarakat akan batas maksimum kontaminasi yang diizinkan untuk dikonsumsi. Angka batasan itu menurun. Konsentrasi radioaktif maksimum yang diizinkan dalam ikan dan produk ikan dari 500 bacquerels/kg menjadi 100 Bq/kg basah.

    BBC | ISMI WAHID

    Berita lain:
    Bo Xilai Dicoret dari Keanggotaan di Parlemen

    Putin Sebut Media Barat Munafik

    Korban Pelecehan Seks Jimmy Savile 300 Orang

    Kata Assange, Kini Ia Bak Hidup di Ruang Angkasa  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.