Kekerasan Berdarah di Myanmar, 3 Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga Rohingya terlihat di antara rumah yang terbakar saat terjadinya bentrokan antara kaum Buddha Rakhine dan Muslim Rohingya di Sittwe, Myanmar, Minggu (10/6). REUTERS/Staff

    Sejumlah warga Rohingya terlihat di antara rumah yang terbakar saat terjadinya bentrokan antara kaum Buddha Rakhine dan Muslim Rohingya di Sittwe, Myanmar, Minggu (10/6). REUTERS/Staff

    TEMPO.CO, Yangon - Tiga orang tewas dalam sebuah bentrokan berdarah yang melibatkan umat muslim dan Buddha di negara bagian Myanmar barat, Rakhine, Senin malam waktu setempat, 22 Oktober 2012.

    "Selain menewaskan tiga orang, konflik ini menyebabkan 300 rumah di sejumlah desa ludes terbakar," jaksa Rakhine menjelaskan kepada BBC, Senin.

    Ini merupakan kekerasan serius pertama sejak Juni 2012, ketika pemerintah menyatakan kondisi darurat di Rakhine menyusul konflik mematikan antara dua komunitas masyarakat: muslim melawan Buddha. Kekerasan di Rakhine tetap bertensi tinggi sejak bentrokan berdarah itu.

    Kekerasan pecah pada akhir Mei 2012 lalu saat beredar isu bahwa seorang gadis Buddha diperkosa dan dibunuh oleh tiga lelaki muslim. Tak lama kemudian muncul bentrokan yang menewaskan 10 muslim, kendati mereka tidak memiliki kaitan dengan insiden pemerkosaan. Setelah itu, eskalasi kekerasan pun meluas.

    Sejumlah saksi mata mengatakan kepada BBC, bentrokan berdarah terjadi di beberapa desa di kawasan Min Bya, Rakhine, Senin malam waktu setempat. Pada malam itu juga, jelas saksi mata, sejumlah rumah hangus dilalap api. "Tidak begitu jelas, apakah kerusuhan itu ada kaitannya dengan bentrokan antara muslim dan Rohingya di Rakhine beberapa waktu lalu," lapor BBC.

    BBC | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.