Obama-Romney Saling Serang Soal Suriah dan Libya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mitt Romney (kiri) dan Barack Obama. AP/Pablo Martinez Monsivais

    Mitt Romney (kiri) dan Barack Obama. AP/Pablo Martinez Monsivais

    TEMPO.CO, Boca Raton, Florida - Calon Presiden Amerika Serikat dan presiden saat ini, Barack Obama, dan calon Presiden Amerika dari Partai Republik, Mitt Romney, saling serang perihal kebijakan luar negeri, terutama terkait Suriah dan Libya. Hal ini terjadi di debat terakhir yang berlangsung Senin waktu setempat, 22 Oktober 2012.

    Terkait penerjunan pasukan militer di Suriah dan Libya, misalnya, Romney menilai kebijakan Obama terkait hal itu suram. Ia mengatakan, Obama lewat kebijakannya telah gagal dalam mengendalikan kekacauan di sana.

    Dasar penilaian Romney, meski Obama telah menerjunkan pasukan militer, kekacauan di Libya dan Suriah tetap terjadi. Sebagai bukti, menurut Romney, empat warga Amerika Serikat, termasuk Duta Besar Amerika Serikat, tewas di Libya bulan lalu.

    "Amerika Serikat seharusnya berupaya lebih keras dalam mengakhiri rezim dan kekerasan di Suriah dan Libya. Tapi itu semua tidak bisa diselesaikan dengan kekuatan angkatan darat saja," ujar Romney, yang juga menuduh Obama telah menyerahkan kebijakan di Suriah kepada mantan Sekjen PBB, Kofi Anan, yang terbukti gagal ciptakan gencatan.

    Menanggapi pernyataan Romney, Obama kukuh mengatakan bahwa langkah yang ia ambil terkait Suriah dan Libya adalah langkah yang penuh perhitungan. Terkait Suriah, misalnya, ia mengatakan, langkah yang ia ambil itu untuk memastikan Amerika berada di pihak oposisi.

    "Kondisi di Suriah memang mengkhawatirkan. Namun, kami juga harus menyadari bahwa langkah kita yang lebih banyak melibatkan militer di Suriah merupakan langkah serius," ujar Obama.

    ISTMAN MP

    Terpopuler:
    Jalani Terapi, Wajah Gadis Ini Jadi Berewokan

    Tak Sediakan Bokong Ayam, Istri Diadili

    Fidel Castro Ternyata Sehat

    Klub Sepakbola Ini Disponsori Para Pelacur

    Tudingan Seksis Julia Gillard Panen Dukungan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.