Thein Sein Mengaku Tak Takut Lagi pada Wartawan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Thein Sein. Johannes P. Christo

    Thein Sein. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Yangoon - Presiden Myanmar Thein Sein mengatakan dirinya telah berhasil mengatasi rasa takutnya pada media. Ia blakblakan menyatakan hal itu dalam acara Hardtalk BBC. Ia mengaku lebih tangguh dari yang diharapkan.

    "Pertanyaannya benar-benar sulit. Saya belum pernah mendengar tentang Hardtalk," kata mantan jenderal itu pada wartawan di Naypyidaw ketika ditanya tentang wawancaranya dengan Stephen Sackur, yang disiarkan langsung stasiun BBC. Wawancara itu dilakukan saat ia menghadiri sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa bulan lalu.

    Dia mengakui bahwa pemerintah masa lalu sangat takut pada pers, terutama pers asing. "Tapi sekarang saya mendorong mereka (para pejabat dan jajarannya) untuk tidak takut pada media karena saya juga tidak takut," ujarnya, disambut tawa wartawan. "Seperti halnya saya tak takut pada Hardtalk, saya tidak takut yang lain."

    Sein menyatakan hal itu kepada wartawan dalam konferensi pers pertamanya sejak menjabat 18 bulan lalu. Thein Sein mengesampingkan pertanyaan dari Sackur tentang apakah dia akan meminta maaf kepada mantan tahanan politik, termasuk peraih penghargaan Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi, atas masa-masa represif di masa lalu.

    Pemimpin reformis Myanmar ini memenangkan pujian dunia internasional atas apa yang dilakukannya di negeri itu. Barat tengah mempertimbangkan untuk menangguhkan bahkan sepenuhnya mencabut sanksi atas Myanmar.

    Rezim juga telah melonggarkan cengkeramannya pada media domestik, dan wartawan asing diizinkan masuk ke negara itu untuk melaporkan perubahan. Namun, sikap reformisnya kerap tak sejalan dengan para bawahannya. Banyak menteri dalam pemerintahan yang kagok, bahkan tetap enggan untuk berbicara dengan pers asing.

    REUTERS | TRIP B

    Terpopuler:
    Miyabi, Dokter Gadungan di 13 Rumah Sakit

    Presiden Mauritania Tak Sengaja Tertembak

    Norodom Sihanouk Meninggal Jelang Ultah ke-90

    Turki Larang Semua Penerbangan Suriah

    Tiga Bintang K-Pop Pilihan Kandidat Presiden Korea


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.