AS Tak Persoalkan Hubungan Militer Myanmar-Korut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin junta militer Myanmar Than Shwe. AP /David Longstreath

    Pemimpin junta militer Myanmar Than Shwe. AP /David Longstreath

    TEMPO.CO, Beijing - Amerika Serikat percaya bahwa Myanmar berada di jalur yang tepat terkait hubungan militernya dengan Korea Utara. Mengakhiri hubungan miter itu, kata Reperesentatif AS untuk Kebijakan Korea Utara, Glyn Davies, akan perlu waktu.

    Ia berbicara kepada media di Beijing kemarin. Ia menyatakan Washington khawatir tentang hubungan itu dan masalah itu dibesar-besarkan oleh rekan-rekan mereka di Myanmar.

    "Saya pikir Myanmar yang ada di jalan yang benar, bahwa mereka telah membuat keputusan strategis untuk secara mendasar mengubah hubungan mereka dengan RDRK dan akhirnya mengakhiri hubungan ini sepenuhnya," kata Davies, dengan menyebut Korut menggunakan nama resmi negara itu, Republik Demokratik Rakyat Korea. "Tapi itu adalah pekerjaan yang masih dalam proses. Mereka memiliki hubungan yang panjang sebelumnya sehingga akan memakan waktu untuk mengakhirinya."

    Myanmar mulai melakukan reformasi tahun lalu setelah beberapa dekade mengisolasi diri. Mereka secara bertahap membebaskan tahanan politik, menggelar pemilu, dan melakukan normalisasi hubungan dengan AS yang kini bersiap untuk mencabut sanksi.

    Menteri Pertahanan negeri itu mengatakan pada bulan Juni bahwa Myanmar telah meninggalkan penelitian untuk program nuklir yang tidak pernah berkembang lebih jauh dan telah melangkah mundur dari hubungan militer dan politik yang erat dengan Korea Utara.

    Berita laporan dua tahun lalu menunjukkan Myanmar telah memperoleh teknologi untuk memperkaya uranium dari Korea Utara bersama dengan bagian untuk program senjata nuklir. Sebuah panel PBB yang memantau kepatuhan terhadap sanksi terhadap Korea Utara juga telah menyelidiki laporan mengenai kemungkinan hal itu sebagai bagian kesepakatan terkait persenjataan antara Pyongyang, Suriah, dan Myanmar. 

    REUTERS | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.