Perompakan Menurun Tajam Tahun Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan TNI AL melakukan simulasi penyergapan perompak di Perairan Makassar, Sulawesi Selatan (27/5). ANTARA/Yusran Uccang

    Pasukan TNI AL melakukan simulasi penyergapan perompak di Perairan Makassar, Sulawesi Selatan (27/5). ANTARA/Yusran Uccang

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Sebuah badan pengawas maritim mengatakan, pembajakan laut global menurun tajam ke level terendah sejak 2008. Hal ini diakibatkan, antara lain, ketatnya pengawasan di Somalia, patroli internasional, dan kewaspadaan anak buah kapal.

    Dilansir pada Senin, 22 Oktober 2012, Biro Maritim Internasional mengatakan bahwa 233 serangan tercatat di seluruh dunia dalam sembilan bulan pertama tahun ini. Angka ini berarti turun dari 352 pada periode yang sama tahun lalu.

    Angka-angka itu menurun tajam karena serangan di lepas pantai Somalia anjlok selama periode yang sama, dari 199 serangan pada tahun lalu menjadi 70 serangan tahun ini. Hanya satu serangan di Somalia dilaporkan pada seluruh kuartal ketiga tahun 2012.

    Menurut biro ini, sepak terjang perompak terhalang oleh operasi angkatan laut internasional. Selain itu, sejumlah perusahaan yang mengoperasikan kapal-kapal itu melakukan langkah-langkah pengamanan sendiri, seperti merekrut penjaga terlatih dan bersenjata.

    Dari 24 kapal yang dibajak antara Januari dan September 2012, sebanyak 458 anak buah kapal disandera dan enam orang tewas. Demikian pernyataan biro itu.

    AP | TRIP B

    Berita Lainnya:
    Korea Selatan Larang Peredaran Brosur Anti-Korut
    Dua Perambah Hutan Pangeran Charles Jadi Tersangka
    29 Oktober, Google Rilis Tablet Manta?
    Monorel Dinilai Lebih Cocok untuk Kawasan Wisata
    Dua Bulan Menuju Kiamat Penanggalan Maya Kuno


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.