Bank Sperma Selebriti Kemungkinan Besar Hoax

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fame Daddy. telegraph.co.uk

    Fame Daddy. telegraph.co.uk

    TEMPO.CO, London - Sebuah jaringan televisi Inggris saat ini sedang menyelidiki bagaimana mereka bisa ditipu oleh seorang aktor yang berpura-pura menjadi kepala FameDaddy, situs khusus yang menjual sperma selebriti.

    Seorang pria bernama Dan Richards mengaku mewakili FameDaddy, muncul sebagai bintang tamu dalam acara This Morning di jaringan televisi ITV. Ia menyatakan, layanan yang diberikan situsnya memungkinkan wanita untuk "memilih donor dari katalog eksklusif kami untuk ayah sang calon bayi". Sejumlah nama, termasuk mantan bintang sepak bola yang tidak disebutkan namanya dan musikus adalah salah satu pendonornya.

    Sekarang eksekutif ITV percaya bahwa mereka telah tertipu setelah berita merebak dan Richards seolah ditelan bumi. Kini, mereka tengah melakukan penyelidikan internal untuk mencari tahu bagaimana hal ini bisa terjadi.

    Tapi bukannya melakukan penyelidikan yang mungkin memakan waktu berminggu-minggu, mereka justru meminta masukan dari Joey Skaggs, seorang seniman konseptual yang mengkhususkan diri dalam mengerjai media.

    Skaggs mengatakan alasan mengapa jaringan tertipu adalah sederhana: Cerita itu terlalu sayang untuk dibuang oleh awak TV, karena nilai sensasional beritanya.

    Padahal jika mau jeli, katanya, bank sperma selebriti adalah tipuan usang. Ia mengajak mereka untuk mengingat kembali kejadian tahun 1976, ketika Skaggs, dengan nama "Giuseppe Scaggoli" mengumumkan ia adalah pemilik Bank Sperma Selebriti, dan merencanakan untuk mengadakan lelang sperma bintang rock, termasuk Mick Jagger, Bob Dylan, John Lennon, Paul McCartney, dan Jimi Hendrix.

    "Saat itu saya menabrakkan teknologi dengan moralitas," katanya kepada The Huffington Post.

    Ketika waktunya tepat, Scaggs sebagai "Scaggoli" muncul dengan pengacaranya untuk mengumumkan bahwa sperma-sperma itu  telah dicuri di tengah malam dan bahwa detektif tengah menangani kasus itu. Konferensi pers dadakan dilakukan.

    Cerita ini mendapat perhatian internasional ketika pertama kali dilaporkan. "Publikasi bagi saya, adalah bagian terpenting dari lelucon itu," katanya. "Tapi perusahaan media tidak ingin melakukan ralat. Mereka takut kredibilitasnya menjadi rusak."

    Sejauh ini, tidak ada satu dari FameDaddy muncul untuk bersuara apa alasan mereka di balik lelucon ini.

    HUFFINGTON POST | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.