TKI Korban Trafficking Bersaksi di PBB  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kampanye anti perdagangan manusia. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Kampanye anti perdagangan manusia. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Wina - Seorang tenaga kerja wanita dari Indonesia yang menjadi korban perdagangan manusia bersaksi di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia menjadi narasumber dalam salah satu acara dalam rangka Konferensi Negara Pihak Konvensi PBB Anti-Kejahatan Teroganisasi Lintas Negara.

    TKW dengan nama samaran Memey ini merupakan korban perdagangan manusia komplotan yang beroperasi di perbatasan Indonesia dan Malaysia. Memey awalnya dijanjikan akan bekerja di restoran atau menjadi pembantu rumah tangga. "Ternyata saya disuruh melayani tamu," ujar perempuan 28 tahun itu di kantor PBB di Wina, Austria, Rabu, 17 Oktober 2012.

    Memey berangkat ke Malaysia pada Maret 2006 lewat Semarang menuju Entikong, Kalimantan Barat, dengan menggunakan kapal. Sesampainya di Entikong, ia bersama dua rekan lainnya diserahkan ke sekelompok pria di perbatasan Entikong.

    Dari Entikong, perempuan asal Temanggung, Jawa Tengah, ini dimasukkan ke rumah penampungan di Kuching, Malaysia. Di sana, ternyata sudah ada lebih dari 10 perempuan lain yang dipaksa menjadi pekerja seks. "Saya melakukan itu selama empat bulan," kata Memey.

    Ia akhirnya bisa pulang setelah polisi Malaysia membongkar sindikat tersebut. Memey sempat diberi bekal pelatihan di Konsulat Jenderal Indonesia di Kuching, kemudian di Jakarta. "Saya tidak ingin hal ini terjadi pada perempuan lain," ujar Memey soal alasan membagi kisahnya.

    Konferensi Negara Pihak Konvensi PBB Anti-Kejahatan Teroganisasi Lintas Negara dihadiri perwakilan 172 anggota penandatanganan konvensi tersebut. Dalam konferensi kali ini, Duta Besar Indonesia untuk Austria, Rachmat Budiman, didapuk sebagai Presiden Konferensi.

    Konferensi yang berlangsung mulai 15 hingga 19 Oktober 2012 ini mengangkat dua isu yang menjadi bahasan utama, yakni mekanisme review implementasi dan partisipasi organisasi non-pemerintah dalam konferensi. Tiga protokol yang di-review implementasinya adalah bentuk dan dimensi baru kejahatan lintas negara, kerja sama internasional, serta aspek finansial dan pendanaan kegiatan.

    TITO SIANIPAR (WINA)

    Berita Terkait:
    Polisi Tangkap Tersangka Perdagangan Anak

    Terlilit Utang, Ibu Jual Anak

    Polisi Bekuk Penjual 6 Perempuan Lewat Facebook

    Dua ABG yang Dijual Sopir Angkot Belum Ditemukan

    Sindikat Perdagangan Anak ke Malaysia Digulung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.