Dua Obat Lagi Dikaitkan Wabah Meningitis di AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vaksin meningitis. ANTARA/Saptono

    Vaksin meningitis. ANTARA/Saptono

    TEMPO.CO, Massachusetts - Dua jenis obat lagi, produksi perusahaan yang saat ini tengah diinvestigasi karena diduga terkait dengan wabah meningitis, kembali dicurigai menjadi penyebab merebaknya penyakit yang kini sudah tersebar di 15 negara bagian di Amerika Serikat.

    The New England Compounding Center of Framingham, Massachusetts, sudah masuk dalam pengawasan yang sangat ketat sejak bulan lalu, ketika sebuah jamur diduga menjadi penyebab terjadinya wabah meningitis langka. Jamur ini dikaitkan dengan suntikan steroid yang digunakan untuk mengobati sakit punggung, yang diproduksi oleh perusahaan obat tersebut.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan (Food and Drug Administration/FDA), seperti dikutip dari CBS News yang mengambil dari AP, pada Senin lalu menelusuri laporan terinfeksinya tiga orang yang mendapatkan obat-obatan yang berbeda dari perusahaan itu. Salah seorang pasien yang kemungkinan terkena penyakit meningitis telah mendapatkan suntikan jenis lain dari suntikan steroid.

    FDA juga menemukan dua pasien yang melakukan transplantasi jantung terinfeksi jamur setelah diberi obat-obatan yang diproduksi oleh perusahaan yang bersangkutan selama masa pembedahan.

    FDA menambahkan, penyebab penyakit ini memang masih dalam investigasi dan bisa saja hati pasien yang melakukan transplantasi itu terinfeksi jamur dari sumber lain atau dari tempat tinggal ketiga pasien ini.

    Berdasarkan data hingga Senin, 15 Oktober 2012, sudah 214 orang yang terkena meningitis di 15 negara bagian, termasuk 15 di antaranya meninggal dunia.

    Selama beberapa pekan terakhir, para pejabat Kementerian Kesehatan meminta para dokter menghubungi pasien-pasien mereka yang telah mendapatkan suntikan steroid methylprednisolone acetate, yang diproduksi perusahaan obat di Massachusetts. Bahkan para dokter diminta menghubungi pasien yang telah mendapatkan suntikan jenis apa pun produksi pabrik ini, termasuk steroid dan obat-obatan lainnya, yang digunakan untuk operasi mata maupun jantung.

    Pekan lalu, pejabat Kementerian Kesehatan mengatakan, 12 ribu dari 14 ribu pasien yang pernah mendapatkan suntikan steroid berhasil dihubungi. Pasien-pasien ini pernah mendapat suntikan methylprednisolone acetate di klinik-klinik di 23 negara bagian.

    Obat steroid ini sudah ditarik dari peredaran sejak bulan lalu. Perusahaan juga sudah menutup operasional pabrik serta menarik seluruh obat-obatan yang mereka produksi.

    FDA saat ini tengah melakukan investigasi berdasarkan laporan terbaru, termasuk menyelidiki obat-obatan yang digunakan untuk bedah jantung dan jenis steroid kedua yang disebut triamcinolone acetonide.

    Gejala-gejala meningitis ditandai dengan sakit kepala yang parah, mual dan muntah-muntah, serta demam tinggi. Pejabat Pusat Pengawasan Penyakit (Centers for Disease Control/CDC) menyebutkan, sebagian kasus hanya mengalami gejala ringan, tapi untuk beberapa kasus sampai mengalami stroke.

    Menurut CDC, gejala meningitis akan muncul antara satu sampai empat minggu setelah pasien mendapat suntikan. Namun, ada satu pasien yang mendapatkan gejala itu setelah 42 hari disuntik.

    CBSNEWS | GRACE S. GANDHI

    Berita Lainnya:
    ''Monumen'' Kakus di Kampung Kelor
    Kementerian Kesehatan Waspadai Penyakit di Kamboja

    Penyakit yang Bunuh Charles Darwin Menyebar di AS

    Racun Tomcat Hanya Timbulkan Iritasi

    Tomcat Serang Pegawai Bandara Kupang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.