200 Pengusaha Afrika Hadiri Trade Expo Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pengusaha negara-negara Afrika Barat mendaftar untuk turut serta dalam Trade Expo Jakarta 2012. (Foto: Ist/KBRI Abuja)

    Para pengusaha negara-negara Afrika Barat mendaftar untuk turut serta dalam Trade Expo Jakarta 2012. (Foto: Ist/KBRI Abuja)

    TEMPO.CO, Abuja - Ratusan pengusaha Afrika Barat akan menghadiri Pameran Perdagangan Jakarta 2012 (Trade Expo Jakarta 2012). Sekitar 200 pebisnis, khususnya dari Nigeria, Benin, dan Togo menyatakan akan hadir dalam acara yang digelar di Jakarta tanggal 17-21 Oktober pekan depan.

    “Mestinya jumlahnya lebih dari itu. Namun, KBRI Abuja menekankan kualitas daripada kuantitas mengingat masih adanya kasus-kasus penyalahgunaan kemudahan visa yang diberikan,” kata Duta Besar Indonesia untuk Nigeria dan delapan negara Afrika Barat lainnya, Sudirman Haseng, Jumat, 12 Oktober 2012.

    Para pengusaha yang hadir telah melewati saringan ketat, diantaranya seleksi dari dokumen, pengalaman bisnis dan modal. KBRI Abuja menolak pebisnis pemula, tidak cukup modal, dan tidak memiliki sertifikat bebas obat terlarang, yang dikeluarkan Nigerian Drug Law Enforcement Agency (NDLEA), semacam BNN di Indonesia.

    Produk-produk yang diminati antara lain tekstil dan produk tekstil, furniture, barang-barang peralatan rumah tangga, kelistrikan, elektronik, bahan bangunan, obat-obatan dan farmasi, makanan olahan, pertanian, mesin kantor, produk percetakan dan produk unggulan Indonesia lain.

    Volume perdagangan Indonesia dengan hampir semua Negara Afrika Barat naik sekitar 20 - 50% pada 2011 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

    Selain mengunjungi Trade Expo Jakarta, sebagian pebisnis juga akan melakukan kunjungan ke beberapa sentra bisnis di Jakarta dan Bandung, serta mengadakan pertemuan bisnis dengan KADIN Jawa Barat. Ada pula yang menjajaki fasilitas kapasitas pengembangan dan pelatihan bidang pertanian dan industri kecil menengah untuk kerja sama lebih lanjut.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.