Anak Qadhafi Ingin Digantung di Libya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seif al-Islam Gadhafi. AP

    Seif al-Islam Gadhafi. AP

    TEMPO.CO, Den Haag - Anak mantan pemimpin Libya Muammar Qadhafi, Seif Al-Islam, yakin dia akan dijatuhi hukuman mati di pengadilan mana pun. Karena itu, melalui pengacaranya, Seif menyatakan pada Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag bahwa dia ingin digantung di Libya saja.

    "Meskipun pemerintah Libya telah mengulur-ulur masalah ini, semua jelas bahwa pada saat dia dinyatakan bersalah, dia akan digantung," kata Melinda Taylor, seorang pengacara yang ditunjuk pengadilan, di tengah sengketa mengenai di mana Seif harus diadili.

    Menurut Taylor, kliennya hanya ingin mati di Libya. Hingga kini, Seif yang sempat diberitakan mendapatkan pelayanan kesehatan yang sangat minim masih berada di tahanan.

    Secara terpisah, penasihat antiteror Presiden Amerika Serikat Barack Obama, John Brennan, berada di Tripoli kemarin untuk membahas penyelidikan serangan mematikan terhadap para diplomat AS di Libya bulan lalu. Kata pejabat Libya, Tripoli memperketat keamanan saat Brennan menuju ke pertemuan dengan Muhammad Megaryef, presiden dari Dewan Nasional Libya, serta pejabat kementerian dalam dan luar negeri.

    Kunjungannya terhadap misi AS di timur kota Benghazi, di mana empat orang Amerika, termasuk duta Chris Stevens, tewas, dilakukan hampir satu bulan setelah serangan 11 September 2012.

    ARAB NEWS | TRIP B

    Berita lain:
    Tewas Setelah Makan Kecoa

    Satu dari Lima Warga AS Pilih Tak Beragama

    Piala Dunia Bikin Warga Jepang-Korea Saling Cinta

    Meksiko Mengaku Bunuh Pemimpin Kartel Zetas

    Perempuan Tertua di Dunia Meninggal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.