Banjir di Rusia Tewaskan 7 Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir di Dagestan. kavkaz-uzel.ru

    Banjir di Dagestan. kavkaz-uzel.ru

    TEMPO.CO, Moskow - Hujan lebat di wilayah selatan Rusia, Provinsi Dagestan, Rabu, 10 Oktober 2012, menyebabkan sediktinya tujuh orang tewas. Demikian keterangan Menteri Situasi Darurat kepada media, Rabu.

    "Menurut data terakhir, tujuh orang tewas," kata menteri kepada kantor berita RIA. "1.124 orang terperangkap di daerah bencana, termasuk 280 anak."

    Selain memakan korban jiwa, air bah ini juga merendam sekitar 320 rumah di kota pantai Derbet, Laut Kaspia, dekat Pegunungan Kaucasus. "Hingga kini mayat tujuh orang belum ditemukan," ujar menteri itu.

    Untuk mengatasi bencana banjir yang menyebabkan jalan-jalan tertutup lumpur, pemerintah mengerahkan lebih dari 300 pekerja. Tim penyelamat juga memompa air dari basement dan membersihkan jalan-jalan dari sampah. Pemerintah mengerahkan dua pesawat milik Kementerian Darurat yang terbang dari Moskow menuju Derbent membawa tim penyelamat dan peralatan.  

    Pada Agustus 2012, banjir telah mebunuh 171 orang di Kota Krymsk, kawasan Krasnodar, Kaukasus. Warga setempat mengatakan, mereka tidak memperoleh peringatan bahaya.

    Presiden Rusia Vladimir Putin langsung terbang ke lokasi kejadian untuk melihat langsung kawasan yang direndam banjir. Putin memecat beberapa pejabat lokal dan menahan mereka.

    Di Derbent, peringatan dini disampaikan melalui pengeras suara di masjid-masjid dan atap mobil dengan cara berkeliling di sekitar kota di kawasan mayoritas penduduknya beragama Islam seperti diwartakan radio Ekho Moskvy.

    REUTERS | RT.COM | CHOIRUL

    Berita lain:
    Tewas Setelah Makan Kecoa 

    Satu dari Lima Warga AS Pilih Tak Beragama

    Piala Dunia Bikin Warga Jepang-Korea Saling Cinta

    Meksiko Mengaku Bunuh Pemimpin Kartel Zetas 

    Perempuan Tertua di Dunia Meninggal



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.