Afrika Selatan Punya 'Idola' Kulit Hitam Pertama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Khaya Mthehwa. faraitoday.com

    Khaya Mthehwa. faraitoday.com

    TEMPO.CO, Johannesburg - Meskipun memiliki 80 persen penduduk kulit hitam, ternyata Afrika Selatan baru pertama kalinya memiliki idola dari warga kulit hitam. Idola yang dimaksud adalah jebolan waralaba lomba pencarian bakat menyanyi lewat South African Idol.

    Khaya Mthehwa pada Ahad, 7 Oktober 2012 berhasil mengalahkan Melissa Alison dalam babak final South African Idol musim ke delapan. Acara ini dimulai sejak 2002 melalui kanal televisi swasta, M-Net. Hak siar itu telah memicu isu ras karena sebagian besar warga Afrika Selatan tak mampu membayar siaran televisi ini. Apalagi proses pemilihannya melalui pesan singkat yang tentunya membutuhkan banyak uang.

    Analis politik Eusebius McKaiser berpendapat jika acara ini disiarkan di kanal nasional maka pasti kontestan berkulit hitam sudah menang dari dulu. "Topiknya pasti akan berubah menjadi kapan kontestan berkulit putih yang akan menang," ujar pria pendukung Khaya ini kepada NY Times, Senin, 8 Oktober 2012.

    Kini Afrika Selatan sudah banyak berubah. Meskipun kemiskinan masih menjadi masalah sosial utama, tapi semakin banyak warga kulit hitam yang mampu membeli barang mewah seperti televisi berbayar. "Tahun ini pemenang dipilih karena dia memang terbaik. Tapi dia juga merefleksikan perubahan sosial yang terjadi di Afrika Selatan," ujar Phahle, salah satu penggemar South African Idol.

    Khaya adalah pria berusia 25 tahun asal Durban. Ayahnya seorang pendeta sehingga ia tumbuh sebagai penyanyi gospel. Menurut laman citizen.co.za, awalnya Khaya tak berniat menjadi penyanyi. "Aku belajar keras memainkan piano dan gitar sendiri untuk membuktikan bahwa aku mahir," ujar dia.

    Khaya mengatakan kemampuan olah vokalnya adalah sesuatu yang alami lantaran ia selalu menyenandungkan lagu gereja. Kemampuan ini justru yang sekarang membuat Khaya berhak membawa Rp 1 miliar dan kontrak rekaman dari Universal Music.

    "Sebenarnya aku tidak ingin menjadi idola. Meskipun jalur ini bagus buat musikus, melihat mereka dikritik membuatku ketakutan," kata dia. Sekarang Khaya mengaku berubah. "Pengalaman ini mengajarkanku bahwa aku harus memiliki kulit yang tebal dan tidak takut akan kritikan masyarakat."

    DIANING SARI

    Berita lain:
    2/3 Bintang Film Porno Jepang Jadi Pelacur 

    Pembajakan, One Direction "Emoh" Konser di Indonesia

    Ada Sayembara Berhadiah Tiket Konser 1D di Amerika

    Maher Zein Kembali Konser di Bandung

    Adam Levine Pakai Kaos ''Damn! I Love Indonesia''  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.