Suriah Kembali Bombardir Idlib dan Homs  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap tampak membumbung di wilayah Bab Sabaa di kota Homs, Suriah, Senin (19/3). REUTERS/Shaam News Network

    Asap tampak membumbung di wilayah Bab Sabaa di kota Homs, Suriah, Senin (19/3). REUTERS/Shaam News Network

    TEMPO.CO, Damaskus - Militer Suriah mengintensifkan pengeboman di kawasan benteng pertahanan pemberontak di sekitar kota, persis di Provinsi Idlib dan Homs. Demikian keterangan para aktivis kepada media, Senin, 8 Oktober 2012.

    Jet-jet tempur pasukan pemerintah membombardir Kota Maarat al-Numan di Idlib, Senin,  memaksa penduduk setempat meninggalkan rumah mereka. Serangan pada Senin kemarin juga menghantam ibu kota Suriah, Damaskus.

    Beberapa pejabat pemerintah mengatakan sebuah bom bunuh diri mobil meledak dekat kompleks intelijen Suriah di Harasta, di luar Damaskus. Sedangkan insiden ledakan bom lainnya berlangsung di kawasan Jobar. 

    Pada bagian lain di Homs, adu tembak senjata berat berlangsung sengit serta melibatkan pasukan pemerintah melawan pejuang oposisi di tetangga Kota Homs, al-Khalidiyeh. Peristiwa ini dapat dilihat dalam sebuah siaran video amatir yang diunggah kelompok oposisi.

    Benteng kelompok oposisi di Homs dikepung pasukan pemerintah setidaknya dalam waktu 120 hari dalam kondisi menyedihkan. Kelompok oposisi kekurangan bahan makanan dan obat-obatan.

    Berbicara kepada Al Jazeera, Raji Rahmet Rabou, seorang aktivis di Homs, mengatakan, "Pengepungan adalah masalah besar bagi kami. Kami sedang sekarat setiap hari, tapi tidak ada yang memperhatikan." Dia melanjutkan, "Dua hari lalu kami diserang habis-habisan dengan senjata berat."

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Berita Terpopuler:
    SBY Bela KPK

    Polri: 5 Penyidik KPK Wajib Lapor Rabu Besok 

    Diberi Lampu Hijau, KPK Tancap Gas Kasus Simulator

    SBY Bakal Gabung di Pertemuan KPK-Polri

    Djoko Susilo Diperiksa Lagi Pekan Depan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.