Sabtu, 17 November 2018

Pembantu Paus Dihukum 18 Bulan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Pelayan Vatikan, Paolo Gabriele (kiri bawah) bersama Paus Benediktus XVI (kanan). REUTERS/Alessandro Bianchi/Files

    Kepala Pelayan Vatikan, Paolo Gabriele (kiri bawah) bersama Paus Benediktus XVI (kanan). REUTERS/Alessandro Bianchi/Files

    TEMPO.CO, Vatikan - Pengadilan Vatikan menyatakan Paolo Gabriele, pembantu Paus Benedictus XVI terbukti bersalah membocorkan dokumen rahasia kepada media. Ia wajib menjalani tahanan rumah selama 18 bulan.

    Juru bicara Vatikan, Federico Lombardi, mengatakan  "sangat mungkin" Paus akan mengampuni Gabriele, yang telah melayani kebutuhan pribadi Paus selama enam tahun.

    Gabriele, 46 tahun, terlihat tanpa ekspresi saat hakim ketua, Giuseppe Dalla Torre, mengucapkan kalimat "dalam nama Yang Mulia, Paus Benediktus XVI" sebelum vonis dijatuhkan, di ruang berdinding kayu di pengadilan kota Vatikan.

    Vonis ini merupakan episode paling memalukan dalam sejarah Vatikan. Sebelumnya, sebuah buku yang menguliti hierarki gereja Katolik beredar, yang sebagian isi buku itu berdasar dokumen yang dibocorkan oleh Gabriele. Buku ini mengungkapkan tuduhan kejahatan keuangan, pertikaian,  dan ketegangan yang meluas di dalam Vatikan.

    Semula, pengadilan menghukum Gabriele tiga tahun penjara dan mengharuskan dia untuk membayar biaya pengadilan. Tapi kemudian dikurangi menjadi 18 bulan setelah pengadilan mengakui keadaan khusus, termasuk pengakuan publik kepala pelayan itu bahwa ia telah mengkhianati kepercayaan Paus. Pengadilan juga mempertimbangkan bahwa niatnya, meskipun keliru adalah ditujukan untuk kebaikan gereja.

    Sebelum vonis, Gabriele mengatakan pada tiga hakim yang ada di ruang sidang, "Saya bukan pencuri." Berbicara dengan sedikit emosi, Gabriele mengatakan apa yang dilakukannya karena sangat mencintai gereja dan Paus.

    Selama beberapa bulan, dimulai pada bulan November, ia memberikan sejumlah dokumen kepada seorang wartawan, Gianluigi Nuzzi, yang kemudian menerbitkannya menjadi sebuah buku, His Holiness: the Secret Papers of Pope Benedict XVI. Di dalamnya, sebagian besar berisi kelakuan buruk dalam pemerintahan Vatikan dan lembaga keuangannya.

    Dua minggu setelah buku itu diterbitkan pada bulan Mei, Gabriele ditangkap ketika ratusan dokumen yang difotokopi ditemukan di apartemennya di dalam kota Vatikan, di mana dia tinggal bersama istri dan tiga anak mereka. Gabriele menghabiskan hampir dua bulan di ruang tahanan di Vatikan sebelum dipindahkan ke tahanan rumah.

    NEW YORK TIMES | TRIP B



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.