Bom di Alepoo, Militan Al-Nusra Bertanggung Jawab  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap mengepul di atas distrik Saif Al Dawla di Aleppo, Suriah, Selasa (2/10). AP/ Manu Brabo

    Asap mengepul di atas distrik Saif Al Dawla di Aleppo, Suriah, Selasa (2/10). AP/ Manu Brabo

    TEMPO.CO, Dubai - Kelompok militan Al-Nusra mengaku bertanggung jawab atas serangkaian ledakan bom bunuh diri di Kota Aelppo, Rabu, 3 Oktober 2012, yang menyebabkan 48 orang meninggal. Pengakuan tersebut diketahui melalui website kelompok Jihadist, Kamis, 4 Oktober 2012, yang dipantau oleh kelompok monitoring SITE.

    Sedikitnya dua bom mobil meledak pada Rabu, 3 Oktober 2012, di Saadallah al-Jabiri Square dan tempat lainnya, seperti disiarkan televisi pemerintah, Rabu.

    SITE mengatakan, Fron Al-Nusra mengaku bertanggung jawab atas ledakan bom itu. Komunike tersebut diunggah dalam situs Islamist Forum, Rabu, disertai dengan detail operasi, foto-foto target gedung seusai serangan, serta pelaku peledakan.

    Kelompok ini mengatakan, target serangan bom adalah Kelab Pejabat di Saadallah al-Jabiri Square, kantor wali kota, Hotel Amir, dan Hotel Touristic. Target serangan bom bunuh diri itu dianggap sebagai pusat komando atau barak pasukan keamanan dan Shabbiha, milisi pro-pemerintah. Informasi ini belum bisa diverifikasi.

    Perlawanan pemberontak yang diumumkan pekan lalu itu dilakukan untuk menentang Presiden Bashar al-Assad di Aleppo, kota terbesar di Suriah dan juga pusat perdagangan dengan jumlah penduduk 2,5 juta jiwa.

    Selain itu, ledakan bom bunuh diri juga terjadi dalam sepekan ini, setelah pemberontak meledakkan gedung komando militer di jantung Kota Damaskus serta melakukan adu tembak dengan pasukan keamanan selama beberapa jam. Serangan ini merupakan yang terbesar di ibu kota sejak 18 Juli 2012, ketika sebuah bom meledak yang menewaskan beberapa pejabat senior militer, termasuk saudara tiri Assad yang menjabat sebagai menteri pertahanan dan seorang jenderal.

    REUTERS | CHOIRUL

    Terpopuler:
    Jokowi Juga Populer di Malaysia

    Kamar ''Ngamuk'' Jadi Binis Baru di Amerika

    Penyebab Jatuhnya Riyal Iran Versi Ahmadinejad

    25 Mahasiswa Nigeria Tewas Ditembak

    Diduga Diracun, Kuburan Presiden Turki Digali


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.