Kecelakaan Kapal di Hong Kong, 25 Orang Meninggal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim penyelamat menghampiri sebuah kapal yang karam akibat tabrakan antara dua kapal di Hong Kong, Senin (1/10). REUTERS/Tyrone Siu

    Tim penyelamat menghampiri sebuah kapal yang karam akibat tabrakan antara dua kapal di Hong Kong, Senin (1/10). REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.CO, Hong Kong - Dua puluh lima orang dikabarkan meninggal setelah dua kapal penumpang bertabrakan di Pulau Lamma, Hong Kong. Demikian pernyataan resmi yang dikeluarkan pemerintah Hong Kong, Senin, 1 Oktober 2012.

    Salah satu kapal membawa 121 penumpang dan tiga kru berada dalam keadaan setengah tenggelam setelah bertabrakan, Minggu malam lalu, 30 September 2012. Pada Selasa pagi ini, 2 Oktober 2012, salah satu kapal sudah diangkat dari air, namun upaya penyelamatan masih terus dilakukan. Lebih dari 40 orang yang cedera telah dibawa ke Hong Kong, beberapa di antaranya menderia hipotermia.

    Tabrakan terjadi saat jam sibuk yang melibatkan penumpang yang sedang bepergian ke Hong Kong, yaitu saat akhir pekan untuk menandai festival musim gugur yang tahun ini bertepatan dengan Hari Nasional Cina yang jatuh pada 1 Oktober.

    Perusahaan energi, Hong Kong Electric Co Ltd, dilaporkan menggunakan kapal komersial untuk mengangkut staf dan keluarga mereka untuk melihat kembang api di Pelabuhan Victoria pada hari nasional itu. Kapal penumpang dan kapal lain, yang dioperasikan oleh Hong Kong and Kowloon Ferry Holdings Limited, bertabrakan, menyebabkan rombongan Hong Kong Electric ini ikut menjadi korban.

    Menurut polisi setempat, petugas penyelamat membawa korban ke pinggir setelah kecelakaan ini pada Senin lalu. Lebih dari 40 orang cedera.

    Karena kecelakaan terjadi pada malam hari ini, pandangan untuk penyelamatan menjadi berkurang. Banyaknya hambatan di kapal juga membuat orang-orang sulit keluar dari kapal. Setelah beberapa jam pencarian, petugas penyelamat berhasil mengangkat 123 orang dari kapal yang teribat kecelakaan ini. "Tujuh belas di antaranya meninggal di tempat dan delapan lainnya meninggal saat dibawa ke rumah sakit," demikian pernyataan resmi pemerintah.

    Salah seorang yang selamat mengatakan kepada The South China Morning Post, "Setelah 10 menit, kapal menabrak kami dari arah samping dalam kecepatan tinggi. Lalu, kapal mulai tenggelam dan aku mendapati diriku berada jauh di bawah laut. Aku mencoba berenang dan mengambil jaket penyelamat. Aku tidak tahu di mana anak-anakku berada."

    Pulau Lamma berada sejauh 3 kilometer dari barat daya kepulauan Hong Kong. Pulau ini terkenal sering dikunjungi turis dan orang asing.

    BBC | DEWI RETNO

    Terpopuler:
    Qadhafi Dibunuh Agen Rahasia Atas Pesanan Sarkozy?

    Keberadaan Qadhafi Terlacak Melalui Satelit

    Qadhafi Tewas Dibunuh Agen Prancis

    Lelang Keperawanan demi Bantu Tunawisma

    Nyawa Pembuat Film Anti-Islam Dihargai US$ 200 Juta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.