Pemandu Acara Australia Dinilai Hina Julia Gillard

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Australia Julia Gillard. REUTERS/Andrew Kelly

    Perdana Menteri Australia Julia Gillard. REUTERS/Andrew Kelly

    TEMPO.CO , Jakarta:Berbicara di depan publik, apalagi jika Anda seorang penyiar atau pembicara, haruslah diperhatikan. Setidaknya jika Anda tidak ingin, ucapan Anda malah membuat publik marah. Seperti yang terjadi di Australia, masyarakat negara itu marah kepada seorang pemandu acara bincang-bincang ternama Alan Jones, atas ucapannya yang menyerang Perdana Mentri Julia Gillard.

    Alan Jones yang memang selalu mengkritik perdana menteri, saat menghadiri acara makan malam di Sydney University Young Liberals Ahad lalu, mengatakan,"semua orang di Partai Buruh tahu kalau Julia Gillard adalah seorang pembohong - Orangtua yang baru saja meninggal beberapa minggu lalu, pergi dalam keadaan malu. Berpikir kalau ia memiliki anak perempuan yang selalu berbohong setiap saat berbicara di hadapan parlemen."

    Seperti yang dikutip Guardian 01 Oktober 2012, Jones menuduh kalau Partai Konservatif menjadi lunak kepada perdana mentri karena dia seorang perempuan. "Mereka sudah dicuci otak oleh media dan menjadi bersikap,"jangan ganggu, dia seorang wanita, santai saja'."

    Komentarnya yang disiarkan baru-baru ini berisi kritikan kepada Gillard dan menuduhnya dan wanita yang berada pada posisi berkuasa,"merusak persatuan." Hal ini memicu reaksi di beberapa sosial media meminta sponsor-sponsor besar untuk menarik diri dari program acara itu.

    Pada saat berpidato di Sydney University, Jones mengatakan meningkatnya popularitas Gillard di beberapa polling dipenuhi air mata. "Tentu saja dia menang sebagai perdana mentri terbaik (dalam polling)," ujarnya. "Dia menangis karena ayahnya meninggal, dia ada dalam berita setiap hari."

    Dua minggu lalu di hadapan parlemen, Gillard menangis saat dia memberikan penghargaan untuk ayahnya yang meninggal di usia 83 tahun, mengingat saat ia membawa keluarganya dari Wales ke Australia, saat Gillard masih kecil. Ia mengatakan kalau ayahnya,"merasakan lebih baik daripada aku, beberapa serangan-serangan pribadi yang kami hadapi dalam politik, tapi aku mampu meyakinkan ayahku kalau dia sudah membesarkan anak perempuan dengan kekuatan yang tidak akan mampu diruntuhkan".

    Komentar Jones telah menyebar dan banyak dikomentari. Jaksa wilayah, Nicola Roxon mengatakan kalau Jones keterlaluan. "Tentu saja, status kepegawaian dia harus dipertimbangkan kembali. Ini bukan pertama kalinya Jones membuat komentar yang tidak pantas."

    Sementara itu mantan Perdana Mentri Australia, Kevin Rudd menjabarkan komentar Jones sebagai,"yang terendah dari yang paling rendah".

    Jones akhirnya meminta maaf di hadapan publik Ahad lalu dan berusaha bicara langsung dengan Perdana Menteri, yang sayangnya gagal. "Itu adalah sesuatu yang spontan yang aku sampaikan di hadapan acara tertutup, yang aku pikir sebagai acara tertutup," ujarnya di hadapan wartawan. "Komentarku, dalam hal apapun, tidak bisa diterima. Dengan itu aku meminta maaf."

    DEWI RETNO

    Berita Terpopuler
    Lelang Keperawanan demi Bantu Tunawisma 

    Suu Kyi Bakal Jadi Presiden? Ini Reaksi Thein Sein

    Prajurit AS yang Tewas di Afganistan Genap 2.000

    Nyawa Pembuat Film Anti-Islam Dihargai US$ 200 Juta

    Malaysia Tangkap 21 Warga Indonesia




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?