Lelang Keperawanan demi Bantu Tunawisma  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iklan online Catarina Migliorini

    Iklan online Catarina Migliorini

    TEMPO.CO, Santa Catarina - Seorang mahasiswi 20 tahun asal Brasil menemukan cara unik untuk mengumpulkan uang bagi keluarga tunawisma di kota kelahirannya, Santa Catarina. Caranya, menjual keperawanannya secara online. Langkah Catarina Migliorini, nama gadis itu, menuai pujian sekaligus kritik.

    Ia terilhami langkah itu setelah menonton sebuah iklan untuk sebuah film dokumenter Williams Thomas Productions dua tahun lalu. Film dokumenter berjudul Virgins Wanted ini memberikan keperawanan kepada penawar tertinggi secara online.

    "Penawar yang menang akan berhak mendapatkan setidaknya satu jam dengan saya. Lebih dari itu, itu tergantung pada saat ini," tulisnya.

    Ia menuliskan sejumlah aturan main. Pemenang tidak dapat bertindak di luar fantasi, menggunakan mainan seks, dan wajib menggunakan kondom. "Kita bisa bicara, tapi tidak berciuman," katanya.

    Migliorini juga melakukan pemeriksaan ginekologi untuk membuktikan bahwa dia masih perawan. Baik dia dan pemenang tender akan diuji untuk setiap penyakit menular seksual. Menurut Fox News Latino, "adegan" akan terjadi di atas penerbangan dari Australia ke Amerika Serikat sebagai upaya menghindari hukum prostitusi.

    "Saya bertanggung jawab untuk diri sendiri dan tubuh saya. Orang-orang yang mengutuk saya harus khawatir tentang orang-orang yang lapar atau membutuhkan dukungan," katanya.

    Ia menyatakan hanya ingin menghargai keperawananannya secara "terhormat", karena banyak gadis di luar sana yang kehilangan keperawanan mereka dengan cara yang disebutnya "murah".

    DIGITAL JOURNAL | TRIP B

    Berita lain:
    Qadhafi Dibunuh Agen Rahasia Atas Pesanan Sarkozy?

    Keberadaan Qadhafi Terlacak Melalui Satelit

    Qadhafi Tewas Dibunuh Agen Prancis

    Bo Xilai di Mata Anaknya

    Suu Kyi Bakal Jadi Presiden? Ini Reaksi Thein Sein


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.