Wanita Ini Sebut Kata 'Biskuit' 16.000 Per Hari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jessica Thom

    Jessica Thom

    TEMPO.CO, London - Jessica Thom, wanita 32 tahun asal London, mengucapkan kata "biskuit" 16 ribu kali sehari. Dia juga tanpa sadar membenturkan kepalanya ke dinding atau memukul dadanya sebelum menggumamkan kata.

    Sejak kecil Thom mengalami sindrom Tourette, gangguan syaraf yang membuat penderitanya melakukan gerakan di luar kendali. Dalam semenit, Thom mengucapkan kata "biskuit" 16 kali per menit atau sekitar 900 kali per jam.

    Dalam satu hari saja, ia memukul dahinya dengan telepon, sekotak jus apel, satu set kunci, tisu toilet, dan stroberi.

    Thom mengatakan bahwa selama bertahun-tahun ia melihat Tourette sebagai "bencana", tapi sekarang dia melihatnya sebagai kekuatan. Kala membandingkan dirinya dengan karakter film Bridget Jones, yang menertawakan kebiasaan dan kelemahannya, Thom menceritakan ia beruntung lingkungannya tak menertawakannya lagi.

    "Aku tahu aku melakukan keanehan sepanjang waktu dan itu semacam membuatku kesal, biskuit, biskuit," kata Thom pada ABCNews.com. "Itu tantangan yang mengerikan, tetapi telah membantu membuatku menjadi orang yang lebih tangguh dan berempati," katanya. Ia mengaku kini menjadi lebih percaya diri.

    Sindrom Tourette adalah gangguan neurologis, yang dapat mencakup mendengus, mengeluarkan bunyi di tenggorokan, berteriak, atau bahkan "menggonggong" di luar kendali dan kesadaran. Namanya disesuaikan dengan nama penemunya, neuropsychiatrist Prancis, Gilles de la Tourette, yang menemukan gangguan ini pada akhir tahun 1800.

    Gejala pertama, biasanya sebelum usia 18 tahun, adalah gerakan tak terkendali dari wajah, lengan, tungkai atau kaki, seperti menendang atau menghentak. Gerakan itu dilakukan secara sering, berulang-ulang, dan cepat. Pasien tidak dapat mengendalikan gerakan-gerakan dan mereka dapat melibatkan seluruh tubuh.

    Kurang dari 10 persen dari semua pasien menyumpah atau menggunakan kata-kata yang tidak pantas secara sosial.

    Kasus Thom adalah unik, menurut Dr Jonathan Mink, Kepala Neurologi Pediatrik di Universitas Rochester, yang duduk di Dewan Asosiasi Tourette. "Dia atipikal dan ekstrem."

    "Dia mungkin tidak berpikir 'biskuit' sepanjang waktu," kata Mink. "Banyak orang mengatakan itu seperti 'gatal' yang perlu digaruk."

    Ia memperkirakan satu dari 100 anak-anak memiliki beberapa derajat sindrom Tourette, gangguan yang sedikit dipahami dan diduga terkait faktor genetik. 

    ABC NEWS | TRIP B

    Berita lain:
    Bo Xilai di Mata Anaknya

    Qadhafi Dibunuh Agen Rahasia Atas Pesanan Sarkozy?

    Keberadaan Qadhafi Terlacak Melalui Satelit

    Suu Kyi Bakal Jadi Presiden? Ini Reaksi Thein Sein

    Prajurit AS yang Tewas di Afganistan Genap 2.000


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.