Suu Kyi Bakal Jadi Presiden? Ini Reaksi Thein Sein

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aung San Suu Kyi dan Thein Sein. AP

    Aung San Suu Kyi dan Thein Sein. AP

    TEMPO.CO, New York - Tokoh pro-demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi, memiliki banyak peluang untuk menjadi presiden Myanmar mendatang. Apa reaksi presiden negara itu saat ini, Thein Sein?

    Kepada BBC, ia menyatakan "Akan menerima Aung San Suu Kyi sebagai presiden" jika rakyat memilih dia. Thein Sein menegaskan bahwa kehendak rakyat akan dihormati siapa pun yang mereka pilih dalam pemilu tahun 2015 mendatang.

    Dia menegaskan komitmennya untuk program reformasi negara itu, dan mengatakan ia dan Suu Kyi bekerja sama untuk menciptakannya.

    "Tidak ada masalah antara saya dan Aung San Suu Kyi Kami bekerja sama," katanya kemudian. Namun dia menambahkan bahwa tentara, yang mempertahankan banyak kursi di parlemen, akan terus memainkan peran sentral dalam politik negara itu.

    Thein Sein, seorang mantan pemimpin junta militer yang memerintah Myanmar selama beberapa dekade, disebut-sebut mengawali pergeseran dramatis menuju pemerintahan sipil yang kini dipimpinnya. Bagi seorang pria yang persona non grata di Amerika Serikat sampai pekan lalu, Presiden Thein Sein telah terlihat sangat santai di New York City. Jauh dari gambaran tentang junta militer Myanmar selama ini, ia menyambut wartawan dengan hangat. Senyum sesekali merebak di bibirnya tiap kali menerima pertanyaan yang agak memojokkan.

    Dia memang tidak memiliki karisma demokrasi seperti Suu Kyi yang mernah menjadi pemenang Nobel Perdamaian. Namun perannya dalam politik adalah sama pentingnya dengan peran Suu Kyi.

    Dua hari yang lalu dia berbicara di Majelis Umum PBB, mengucapkan selamat kepada Suu Kyi setelah menerima Medali Emas Kongres AS.

    BBC | TRIP B



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.