Prancis Bersumpah Usir Muslim Pembuat Onar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Craig Lassig

    AP/Craig Lassig

    TEMPO.CO, Paris - Pemerintahan Sosialis Prancis, Kamis, 27 September 2012, bersumpah akan bekerja keras mempersatukan muslim dengan negara. Tetapi, sebaliknya, pemerintah pun tidak akan memberikan toleransi terhadap berseminya Islam radikal.

    Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri Manuel Valls dalam sebuah pidato menandai diresmikannya Masjid Agung Strasbourg, tempat ibadah umat Islam terbesar yang pernah dibangun di tanah Prancis.

    Dia menyatakan Prancis akan bertindak keras dan tegas terhadap para ekstremis, serta memperingatkan para aktivis asing agar tidak mencoba membuat masalah karena negara akan segera mengusirnya.

    Sebaliknya, kata dia, negara yang memiliki empat juta penduduk muslim ini berjanji akan membantu pembangunan masjid lebih banyak lagi dan memberikan pelatihan kepada para ulama.

    "Islam memiliki tempat di Prancis sebab Islam Prancis adalah bagian dari Prancis," katanya mewakili komunitas Katolik, Yahudi, dan Kristen yang menghadiri pembukaan masjid berkapasitas 1.500 jemaah.

    Hubungan Prancis dengan komunitas muslim memiliki akar di bekas koloni Aljazair dan Maroko. Namun, ketegangan umat Islam Prancis dengan pemerintah mencuat baru-baru ini, berkaitan dengan tradisi sekuler di Prancis.

    Di masa pemerintahan Nicolas Sarkozy, perempuan muslim dilarang mengenakan penutup aurat secara penuh, termasuk menutup wajah di depan umum. Umat muslim Prancis juga mempermasalahkan metode halal mengenai penyembelihan hewan ternak, soal izin salat, serta ekonomi yang dianggap memarjinalkan umat muslim.

    AL ARABIYA NEWS | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.