Sikapi Film Anti-Islam, OKI Tempuh Jalur Hukum  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sekjen Organisasi Konferensi Islam, Ekmeleddin Ihsanoglu.

    sekjen Organisasi Konferensi Islam, Ekmeleddin Ihsanoglu.

    TEMPO.CO, Paris - Organisasi Konferensi Islam siap untuk menggugat pembuat film ofensif Innocence of Muslims di wilayah hukum Amerika Serikat. Namun, kata Sekretaris Jenderal OKI, Ekmeleddin Ihsanoglu, langkah ini hanya bisa dicapai melalui upaya diplomatik dari negara-negara anggota.

    Ihsanoglu menyatakan hal itu untuk menegaskan sikap organisasinya mengenai kejadian baru-baru ini menyusul merebaknya film yang dianggap mengejek Nabi Muhammad. Secara pribadi, ia menyebut film itu sangat "jahat", berisi hujatan dan penyelewengan dari kehidupan Muhammad.

    Ihsanoglu mengatakan tindakan hukum terhadap para pembuat film adalah pilihan. Beberapa negara memiliki undang-undang yang mengkriminalkan penghujatan, fitnah, atau bahkan mempertanyakan holocaust dan anti-Semitisme.

    "Jadi, kebebasan berekspresi tidak mutlak, seperti yang mereka klaim. OKI siap untuk berkoordinasi dengan negara-negara anggota untuk mengambil tindakan dalam hal ini," ujarnya menambahkan.

    Ihsanoglu juga menyinggung stereotip umum tentang OKI di kalangan wartawan, sebagai organisasi yang pasif. Padahal, kata dia, organisasi yang dipimpinnya juga mencatat beberapa prestasi, antara lain bisa meyakinkan masyarakat internasional untuk mengeluarkan resolusi delapan pasal  di Dewan HAM PBB.

    Ia juga mengutuk kekerasan menyusul demonstrasi anti-film itu.
    Dia menekankan bahwa reaksi-reaksi kekerasan membuktikan bahaya penyalahgunakan hak untuk kebebasan berekspresi. "Kami meminta semua orang untuk menahan diri, karena kekerasan hanya melayani tujuan pembuatan film itu," katanya.

    Dia mengatakan bahwa kekerasan terhadap misi diplomatik bertentangan dengan ajaran Islam.

    ARABNEWS | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.