Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Innocence of Muslims Tak Ditarik dari YouTube

image-gnews
Anggota Hizbut Tahrir Indonesia membawa poster saat berunjukrasa  mengutuk pembuatan serta penyebarluasan film Innocence of Muslim di depan Balaikota, Malang, Jawa Timur, (15/9). ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Anggota Hizbut Tahrir Indonesia membawa poster saat berunjukrasa mengutuk pembuatan serta penyebarluasan film Innocence of Muslim di depan Balaikota, Malang, Jawa Timur, (15/9). ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Iklan

TEMPO.CO, Los Angeles- Jaksa California, Amerika Serikat, memutuskan cuplikan fim anti-Islam, Innocence of Muslims, tak akan dicabut dari YouTube. Putusan yang dikeluarkan pada Kamis, 20 September 2012 itu menjawab gugatan aktris Cindy Lee Garcia yang minta agar film itu ditarik dari YouTube.

Pada Rabu lalu, Garcia menggugat perusahaan induk YouTube, Google Inc, dan seorang warga California yang berkaitan dengan film itu. Dia mengaku ditipu untuk terlibat membintangi film tersebut. Dia mengatakan mendapat ancaman pembunuhan setelah film itu muncul di YouTube.

“Permintaan untuk menahan sementara film itu ditolak,” ujar Luis Lavin, jaksa di Pengadilan Tinggi Los Angeles.

Kemunculan film yang menggambarkan Nabi Muhammad sebagai penggoda perempuan itu telah memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia. Salah satunya serangan terhadap kantor perwakilan Amerika Serikat di Benghazi, Libya, yang menewaskan Duta Besar Amerika Serikat untuk Libya.

Dalam gugatannya, Garcia menuduh produser film itu, yang dididentifikasi bernama Nakoula Basseley Nakoula alias Sam Bacile, menipunya untuk tampil di film anti-Islam itu. Menurut dia, itu hanya film petualangan di padang gurun.

“Selama pembuatan film tidak pernah ada kata 'Muhammad'. Tidak ada referensi tentang agama atau konten seksual yang Nona Garcia ketahui,” demikian salah satu bunyi gugatan Garcia. Ia menuding Nakoula sebagai pemfitnah dan penipu.

Pekan lalu, Google menolak permintaan Gedung Putih untuk mempertimbangkan keputusannya mempertahankan cuplikan film itu di YouTube. Namun, perusahaan memblokir video itu di sejumlah negara Muslim, seperti Mesir dan Libya. Gedung Putih meminta Google mengevaluasi apakah video itu melanggar persyaratan pelayanannya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pengacara Garcia, Cris Armenta, mengatakan kepada jaksa bahwa Garcia menderita karena kehidupan pribadinya terganggu.

Adapun pengacara Google, Timothy Alger, mengatakan hak aktor tidak melindunginya dari persepsi orang terhadap film itu. Alger mengatakan YouTube hanya tumpangan bagi cuplikan video itu serta tidak terlibat dalam produksi atau mengunggah film itu ke laman.

REUTERS | SAPTO YUNUS

Berita Terpopuler
Salman Rushdie Ogah Bela Pembuat Film Anti-Islam 

10 Tuduhan Baru untuk ‘The Joker’ Colorado

Inggris Wajibkan Prajurit Wanita Jalani Tes Hamil

Soal Kartun Nabi, Muslim Diminta Menahan Diri

1.800 Aparat Amankan Konjen AS di Surabaya

 

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Innocence of Muslims Diizinkan Tayang di YouTube  

21 Mei 2015

Aktris Cindy Lee Garcia. bbc.com
Innocence of Muslims Diizinkan Tayang di YouTube  

Google bersimpati atas penderitaan pemeran film Innocence of Muslims, Cindy Lee Garcia.


Sikapi Film Anti-Islam, OKI Tempuh Jalur Hukum  

22 September 2012

sekjen Organisasi Konferensi Islam, Ekmeleddin Ihsanoglu.
Sikapi Film Anti-Islam, OKI Tempuh Jalur Hukum  

Organisasi Konferensi Islam siap untuk menggugat pembuat film ofensif Innocence of Muslims di wilayah hukum Amerika Serikat.


Pakistan Deklarasikan Hari Cinta Nabi

21 September 2012

Sejumlah demonstran Pakistan membakar bendera AS dan patung Presiden AS Barack Obama di kota Chaman Pakistan, Afghanistan, 20-9, 2012. Ratusan warga Pakistan marah pada film Anti-Islam yang menjelekkan Nabi dan Agama Islam. (AP Photo/Matiullah Achakzai)
Pakistan Deklarasikan Hari Cinta Nabi

Seorang tewas akibat terkena peluru polisi.


1.800 Aparat Amankan Konjen AS di Surabaya

21 September 2012

Seorang peserta unjuk rasa menunjukan poster kecaman terhadap Amerika Serikat di depan Kedubes AS, Jalan Merdeka Selatan, Senin (17/9). TEMPO/Aditia Noviansyah
1.800 Aparat Amankan Konjen AS di Surabaya

Personel gabungan kepolisian dan TNI diterjunkan untuk amankan unjuk rasa Gabungan Masyarakat Islam Surabaya yang menentang film mencela Nabi.


Salman Rushdie Ogah Bela Pembuat Film Anti-Islam  

20 September 2012

Salman Rushdie. REUTERS/Andrew Winning
Salman Rushdie Ogah Bela Pembuat Film Anti-Islam  

Masih ingat dengan Salman Rushdie? Ini komentarnya soal film anti-Islam itu.


Arab Blokir Film Anti-Islam YouTube  

19 September 2012

Adegan di film Innocence of Muslims. nationalpost.com
Arab Blokir Film Anti-Islam YouTube  

Jika Google tak memenuhi permintaan Saudi Arabia, YouTube pun diblokir.


Produser Film Anti Islam Juga Tipu Aktivis Kristen

19 September 2012

Salah satu adegan dalam film Innocence of Muslims. time.com/youtube
Produser Film Anti Islam Juga Tipu Aktivis Kristen

Joseph Nassralla, pendiri Media for Christ, mengatakan dia adalah korban dari produser utama film itu.


Artis Film Anti-Islam Cari Tempat Tinggal Baru

19 September 2012

Pembuat film
Artis Film Anti-Islam Cari Tempat Tinggal Baru

Garcia sebelumnya mengklaim dia ditipu dan menegaskan bahwa film tersebut telah dimanipulasi secara digital sehingga menjadi anti-Islam.


Pakistan Blokir YouTube

18 September 2012

Kanal Ramadan di Youtube. wamda.com
Pakistan Blokir YouTube

Dianggap tak mengindahkan permintaan pemerintah.


Hizbullah Kutuk Film Innocence of Muslims

18 September 2012

Hassan Nasrallah
Hizbullah Kutuk Film Innocence of Muslims

Hizbullah meminta Amerika Serikat dan Israel bertanggung jawab.