Kisah Reuni Kim Jong-un dan Juru Masak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un dan istrinya Ri Sol-Ju mengunjungi Taman Rekreasi Rakyat Rungna, di Pyongyang, Korea Utara dalam foto yang dirilis pada Rabu (25/7) oleh KCNA. REUTERS/KCNA

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un dan istrinya Ri Sol-Ju mengunjungi Taman Rekreasi Rakyat Rungna, di Pyongyang, Korea Utara dalam foto yang dirilis pada Rabu (25/7) oleh KCNA. REUTERS/KCNA

    TEMPO.CO, Pyngyang--Tak banyak orang yang secara khusus diundang ke Korea Utara, apalagi oleh pemimpin barunya, Kim Jong-un. Keberuntungan ini dialami Kenji Fujimoto, sang juru masak sushi era kepemimpinan ayahnya Jong-un, Kim Jong-iI.

    Lebih dari satu dekade sang juru masak meninggalkan Korea Utara dengan alasan keselamatan. Ia pulang ke negara asalnya, Jepang. Namun, saat kembali, ia disambut pemimpin baru Korea Utara itu dengan hangat.

    Tak kuat menahan haru, Fujimoto melompat dan langsung memeluk Kim, pelukan pertama setelah tak bersua selama 11 tahun. Dan ia berkata, "Fujimoto sang pengkhianat telah kembali. Saya minta maaf untuk semua yang telah saya lakukan dan saya ceritakan," ujarnya. Ya, Fujimoto telah menulis sejumlah buku tentang keluarga Kim sejak ia meninggalkan Korea Utara.

    Ia menjawab "Ok. Tak usah khawatir lagi," kata Fujimoto menirukan kalimat Jong Un.

    Selama dua minggu kunjungannya itu, Fujimoto sangat berterima kasih karena Kim bersedia menemaninya dan melakukan sejumlah olahraga bersama-sama. Menurut Fujimoto, ia memang sering bermain dengan Kim saat ia masih belia, sebelum ia melarikan diri ke Jepang.

    Mereka menghabiskan waktu bersama dengan berbincang-bincang saat menunggang kuda, bermain jet ski, tenis, basket, dan rollerblade. "Saya sangat terkejut, ia sangat gentle," ujarnya.

    Alasan Kim mengundang Fujimoto memang tak begitu jelas. Namun, yang pasti, usai reuni itu tak ada kalimat negatif yang keluar dari mulut Fujimoto mengenai Kim dan negara yang dipimpinnya. Ia mengomentari ibu kota Pyongyang saat ini. "Saya pergi shopping, dan ada banyak toko di sana. Itu belum ada 10 tahun lalu, perubahan drastis terjadi sejak Kim Jong-un memimpin," kata dia.

    Dalam lawatannya itu, Fujimoto juga bertemu dengan istri Kim, Ri Sol-ju. Menurut dia, sang nyonya merupakan tuan rumah yang sangat hangat. Kepada Fujimoto, Ri berkata suaminya sering bercerita tentang dirinya dan sangat merindukannya. "Ia sangat menawan. Saya tak bisa menggambarkan, suaranya sangat lembut," kata dia.

    Tak hanya itu, kata dia, Kim juga mengadakan sebuah pesta untuk menghormatinya. Di acara itu, Kim banyak bercerita tentang masa lalu dan tak sedikit pun menyinggung tentang situasi Korea Utara saat ini. Bahkan ia mengaku sempat sedikit mabuk. "Saat sadar, saya sudah berada di kasur. Saya tanya, apakah saya melakukan sesuatu yang salah, tapi tak seorang pun mengiyakan. Jadi lega sekali," kata dia.

    Fujimoto juga menambahkan, jika Kim memberinya keleluasaan untuk mengunjungi Korea Utara kapan pun ia mau. Sebuah reputasi internasional yang sangat bagus bagi sang pemimpin.

    Tak mengherankan jika kalimat yang dikemukakan Fujimoto terdengar seolah dirinya adalah juru bicara dari rezim Kim Jong Un saat ini. Karena, istri dan anaknya masih tinggal di Pyongyang. Menurut pria tersebut, itu pilihan mereka. Toh, meski menghabiskan waktu bersama keluarganya, ia menginap di sebuah kamar milik Departemen Luar Negeri dengan alasan keamanan. Banyak yang tidak suka dengan Fujimoto setelah apa yang dilakukannya terhadap keluarga Kim melalui buku-bukunya.

    "Saya katakan dengan tegas, jika saya dapat kembali ke Jepang dengan selamat, reputasi pemimpin tertinggi, sang Jenderal, akan melambung tinggi," kata dia.

    Saat ini, Fujimoto terus berusaha memberitahukan kepada semua orang mengenai kebaikan luar biasa dari pemimpin muda Korea Utara itu.

    CNN | MUNAWWAROH

    Berita lain:
    Produser Film Anti Islam Juga Tipu Aktivis Kristen

    Kereta Emas Ratu Belanda Dikecam

    Intel AS Sudah Tahu Kedutaan Mereka Akan Diserang

    Pengadilan Prancis Selidiki Kasus Foto Kate

    Surat Lobi Pangeran Charles Akan Dibuka Untuk Umum

    Tahun 2030 AS Jadi Negeri Kaum Obesitas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.