Sulitnya Menjerat Pembuat Innocence of Muslims

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa Hizbut Thahrir Indonesia berunjuk rasa mengutuk penistaan agama melalui film berjudul Innocence of Muslims di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/9). TEMPO/Prima Mulia

    Massa Hizbut Thahrir Indonesia berunjuk rasa mengutuk penistaan agama melalui film berjudul Innocence of Muslims di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/9). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Los Angeles - Nakoula Besseley, yang diduga terlibat pembuatan film anti-Islam, Innocence of Muslims, kini telah kembali ke kediamannya di California Selatan. Polisi tak menangkap ataupun menahan Besseley. Juru bicara Departemen Los Angeles County, Sheriff Steve Whitmore, mengatakan Besseley bukanlah orang yang mereka cari, tapi sutradara film, Sam Bacile.

    Kepada media massa dan polisi, Besseley mengaku sebagai manajer logistik. Meski belum terbukti ikut mengarahkan film anti-Islam itu, polisi tetap menelusuri sejauh mana keterlibatan Besseley.

    Dengan mengunggah video Innocence of Muslims ke YouTube, petugas pun mengulik kemungkinan pria 55 tahun itu melanggar ketentuan lima tahun masa percobaannya. "Dia juga terbukti bersalah memiliki dan akan memproduksi sabu-sabu pada 1997," kata juru bicara Los Angeles County District Attorney, Sandi Gibbons, di NBC NEWS.

    Nakoula Bessely pernah dihukum penjara selama 21 bulan. Ia terlibat konspirasi penipuan perbankan pada 2009. Dalam perkara itu, Besseley dan pelaku lainnya menggunakan identitas dan nomor jaminan sosial nasabah bank di Welss Fagro. Dengan identitas itu, Besseley menarik duit sebesar USD 860 atau Rp 8,1 juta dari cabang bank di Cerritos, Artesia, dan Norwalk. Menurut jaksa, Besseley terbukti menggunakan identitas kerabatnya untuk membuka 600 rekening kredit.

    Meski jaksa meminta Besseley dihukum lama, nyatanya ia dibebaskan lebih awal. Beseeley kembali ke masyarakat dengan ketentuan bebas bersyarat selama lima tahun. Dalam masa itu, Besseley dilarang menggunakan komputer ataupun internet. Bila ia terbukti bersalah, pengadilan bisa kembali menyeret Besseley ke penjara.

    Tapi polisi juga mengaku sulit menjerat Bessely. Sebab, menurut Reuters, sejumlah pejabat Amerika menyatakan bila polisi tak bakal menyelidiki proyek film Innocence of Muslims, meski film anti-Islam itu telah menimbulkan kekerasan di beberapa negara. Alasan mereka, memproduksi sebuah film bukanlah kejahatan di Amerika. Negeri Abang Sam itu memiliki undang-undang kebebasan berbicara dan berpendapat.

    Di negara berpenduduk mayoritas Islam, film Innocence of Muslims telah memicu protes keras. Penyebabnya, film itu mendiskreditkan Nabi Muhammad SAW. Di Libya, masyarakat menentang keras film Bacile ini. Mereka menembakkan peluncur granat ke gedung Kedutaan Amerika di Libya, dari lahan pertanian. Duta Besar Amerika Serikat untuk Libya, Chris Stevens, dan tiga anggota kedutaan tewas akibat serangan roket ke konsulat AS di Kota Benghazi, pada Selasa malam, 11 September 2012.

    CORNILA DESYANA

    Berita Terkait:
    Innocence of Muslims Didanai 100 Donatur Yahudi?
    Sutradara ''The Innocence of Muslims'' Orang Yahudi?
    Motif di Balik Film Anti-Islam Innocence of Muslim
    Kemenkominfo Blokir 16 Video Innocence of Muslims
    Google Tetap Pampang Film ''Anti-Islam'' di Youtube
    Sutradara Film Penghina Nabi Muhammad Sembunyi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.