Rumah Masa Kecil Muhammad Ali Dibeli Penggemarnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah tempat Muhammad Ali melewatkan masa kecilnya

    Rumah tempat Muhammad Ali melewatkan masa kecilnya

    TEMPO.CO, New York - Seorang penggemar Muhammad Ali mengakuisisi bagian penting memorabilia tentangnya: rumah masa kecil legenda tinju itu.

    Agen perumahan, Dave Lambrechts, mengatakan kepada The Associated Press pada hari Selasa bahwa investor real estate Las Vegas, Jared Weiss, membayar US$ 70 ribu untuk rumah kecil bercat putih kecil dengan teras mungil di Louisville Barat. Rumah itu yang terkecil di kompleksnya.

    "Orang itu (sang pembeli) penggemar berat Ali. Itulah yang mendorongnya untuk membeli rumah itu," kata Lambrechts.

    Di rumah itu, Cassius Clay, yang berubah menjadi Muhammad Ali saat dewasa, menghabiskan masa kecilnya. Ia bersama saudaranya bersekolah di sekolah umum setempat. "Di rumah itu nilai-nilai bagi juara tinju masa depan ditanamkan," katanya.

    Ali dan istrinya, Lonnie, memiliki beberapa rumah, jadi tidak tinggal di Louisville. Namun, mereka tetap terikat dengan kota ini, dengan didirikannya Muhammad Ali Center, museum kota dan pusat pendidikan yang merupakan salah satu atraksi wisata utama kota ini. Ali pulang untuk pesta ulang tahun ke-70 pada bulan Januari.

    Lambrechts mengatakan pemilik baru ingin mengembalikan rumah ini kembali seperti saat Ali tinggal di dalamnya.

    Rumah itu berada di bawah kepemilikan pribadi dan dihargai US$ 23.260, menurut situs Jefferson County Property Value Administrator. Mantan pemiliknya, Steve Stephenson, mengatakan ia meminta harga US$ 50 ribu untuk rumah ini.

    FOX NEWS | TRIP B

    Berita lain:
    Gangnam Style, Tarian Kuda yang Mendunia (1)

    Demam Gangnam Style di Selebritas Dunia (3)

    Psy, Oppa Gangnam Style (2)

    Festival Kendedes Diikuti Perwakilan Asing

    Simponi Menang Lomba Musik Anti-Korupsi Dunia



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.