Pabrik Tekstil di Pakistan Terbakar, 60 Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buldozer membersihkan puing-puing bekas kebakaran pasar di Karachi, Pakistan (29/12). Pasar tersebut dibakar oleh massa yang marah, akibat bom bunuh diri yang menewaskan 30 orang muslim shi'ah, kemarin.  AP/Shakil Adil

    Buldozer membersihkan puing-puing bekas kebakaran pasar di Karachi, Pakistan (29/12). Pasar tersebut dibakar oleh massa yang marah, akibat bom bunuh diri yang menewaskan 30 orang muslim shi'ah, kemarin. AP/Shakil Adil

    TEMPO.CO, Karachi - Sebuah pabrik tekstil di Kota Karachi, Pakistan, Selasa malam, 11 September 2012, waktu setempat, ludes dilalap api. Sedikitnya 60 orang diperkirakan tewas. Demikian keterangan seorang pejabat kepolisian kepada media, Rabu, 12 September 2012.

    Ajun Komisaris Besar Amir Farooqi mengatakan kepada Reuters, amuk api mengakibatkan juga 35 orang cedera sedangkan mayat korban kebakaran masih berada dalam pabrik yang mempekerjakan 450 orang itu. Farooqi mengatakan penyebab kebakaran belum diketahui. Pada insiden kebakaran lainnya di pabrik sepatu, Selasa, di Kota Lahore, menewaskan sedikitnya 23 orang.

    Beberapa saksi mata mengatakan, sejumlah korban mengalami cedera karena berlompatan menyelamatkan diri ketika api melumat gedung pabrik. "Lebih dari 40 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengatasi si jago merah," ujar seorang petugas setempat kepada media.

    "Kejadian (kebakaran) itu mengerikan, tiba-tiba seluruh lantai penuh api disertai asap, hawa panas begitu kuat. Kami bergegas menuju jendela, merusak teralis baja, memecahkan kaca, dan melompat keluar," kata Mohammad Saleem kepada kantor berita AFP di rumah sakit.

    "Saya jatuh ke lantai dan merasakan sakit sekali. Saya melihat banyak orang berlompatan melalui jendela serta menangis minta tolong," ujarnya. Polisi lokal menjelaskan, mereka takut banyak mayat berada di dalam gedung.

    Masalah keselamatan di industri Pakistan akibat terjangan api sering dipertanyakan berbagai pihak. Mereka mengatakan, pemerintah korup dan tidak efektif untuk mengatasi berbagai masalah, dari soal industri hingga serangan bom bunuh diri di negara sekutu Amerika Serikat.

    "Bangunan di Pakistan tidak menyediakan pintu keselamatan, bila terjadi suatu bahaya, menyebabkan semua orang terperangkap," kata Amjad Farooqi kepada kantor berita Associated Press. "Penyebab kebakaran masih dalam investigasi petugas," kata polisi.

    REUTERS | BBC | CHOIRUL

    Berita terpopuler lainnya:
    Identitas Mayat di Tol Pondok Aren Terkuak
    Fauzi Bowo ''Siram'' 1.000 Nelayan dengan Jamkesda

    FBR dan Kelompok Banten Nyaris Bentrok

    Rencanakan Mogok Nasional, Buruh Temui Kapolda

    Perampokan di Cipinang Terkait dengan Terorisme?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.