Ledakan Bom Mobil di Pasar Pakistan, 11 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tentara paramiliter Pakistan yang terluka dalam bom mobil dibawa untuk mendapatkan perawatan di sebuah rumah sakit di Quetta, Pakistan, Senin (14/5). AP/Arshad Butt

    Seorang tentara paramiliter Pakistan yang terluka dalam bom mobil dibawa untuk mendapatkan perawatan di sebuah rumah sakit di Quetta, Pakistan, Senin (14/5). AP/Arshad Butt

    TEMPO.CO, Peshawar - Ledakan bom mobil menghantam sebuah pasar di barat daya Pakistan, Senin, 10 September 2012, menewaskan sedikitnya 11 orang dan melukai 45 lainnya. "Jumlah korban kemungkinan bakal bertambah," kata pejabat.

    Dia melanjutkan, korban kebanyakan adalah para pejalan kaki yang sedang berjalan di pinggir jalan pasar di Kota Parachinar, barat daya Pakistan ketika bom meledak.

    Keterangan diperoleh Al Jazeera dari pejabat senior kota Sahibzada Mohammad Anis menyebutkan, target bom mobil adalah konvoi pasukan keamanan di Kota Parachinar di Distrik Kurram, namun bom keburu meledakk di pasar menyebabkan korban jiwa di kalangan warga sipil.

    "Jumlah korban tewas 11 orang," kata Anis seraya meng-update jumlah sebelumnya 10 orang. "Ada 45 korban luka-luka, 20 di antaranya dalam keadaan kritis," tambahnya.

    Selain merengut jiwa, ledakan bom juga menghancurkan 30 toko dan merusak 50 kedai lainnya di kawasan bisnis tersibuk. "Akibat ledakan tersebut, jalanan penuh puing, beton, dan logam," jelas Anis.   

    Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Tetapi, Taliban Pakistan, yang memiliki kedekatan dengan Al-Qaeda, kerap melakukan serangan serupa untuk mengusir Amerika Serikat.

    "Banyak korban berjatuhan di pasar ketika bom meledak di sana," kata seorang dari suku pedalaman Dildar Hussain melalui telepon.

    "Hampir semua yang tewas dan luka adalah rakyat miskin yang sedang menjual sayuran dan buah segar di atas gerobak dorong." Dia katakan, bahan peledak ditanam pelaku di dalam sebuah kendaraan bermuatan anggur.



    REUTERS | AL JAZEERA | CHOIRUL
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.