Israel dan Mesir Kerja Sama Keamanan di Sinai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pemakaman 16 penjaga perbatasan Sinai, yang tewas diserang sejumlah pria bersenjata dua hari lalu, di Kairo, Mesir, (7/8). AP/Amr Nabil

    Suasana pemakaman 16 penjaga perbatasan Sinai, yang tewas diserang sejumlah pria bersenjata dua hari lalu, di Kairo, Mesir, (7/8). AP/Amr Nabil

    TEMPO.CO, Kairo - Mesir dan Israel sepakat bekerja sama menyapu bersih persoalan keamanan melawan para pejuang di Sinai. Demikian keterangan juru bicara militer, Kolonel Ahmed Mohamed Mohamed Ali, kepada media, Sabtu, 8 September 2012.

    Kolonel Ali mengatakan dalam jumpa pers di Kairo, Sabtu, 8 September 2012, bahwa 32 anggota kelompok kriminal tewas ditembak dan 38 lainnya ditahan pihak berwajib, termasuk warga non-Mesir dalam sebuah operasi keamanan yang digelar mulai 7 Agustus 2012.

    "Mesir berkoordinasi dengan Israel dalam operasi keamanan di Sinai. Mereka mengetahui (operasi) hal ini," katanya. "Pengerahan pasukan bersenjata di seluruh wilayah Sinai bukanlah sebuah pelanggaran perjanjian perdamaian antara Mesir dan Israel."

    Seorang sumber diplomatik Israel yang tak bersedia disebutkan identitasnya membenarkan keterangan Ali. Dia mengatakan kepada kantor berita AP, "Ada dialog yang cair antara Israel dan Mesir."

    "Operasi berlanjut hingga tujuan tercapai. Ini bukan hanya tujuan militer, melainkan pengembangan tujuan lainnya di Sinai," kata Ali.

    Operasi penyisiran alias sapu bersih di Sinai dilakukan setelah sekelompok pejuang membunuh 16 petugas keamanan perbatasan pada 5 Agustus 2012 dalam sebuah serangan terburuk sejak Perang Mesir 1973 melawan Israel.

    Suku Bedoin yang menempati sepanjang perbatasan Sinai mengabaikan seruan pemerintah pusat. Ratusan tentara dilengkapi tank serbu, kendaraan lapis baja, dan helikopter dikirimkan ke Sinai untuk bergabung dalam operasi bersama dengan polisi yang dikerahkan ke daerah persembunyian pejuang. Mereka berhasil menahan para terdakwa dan menyita senjata.

    "Militer Mesir ditempatkan kembali ke beberapa lokasi di Sinai dilengkapi senjata berat, termasuk tank dan kendaraan lapis baja pekan ini," ujar sumber keamanan. Ali menolak ide agar Mesir menarik seluruh persenjataan berat atas tekanan Israel. Dia mengatakan operasi akan memasuk fase baru dengan persenjataan berbeda.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Terpopuler:
    Wapres Irak Dijatuhi Hukuman Mati

    Logam Seukuran Pintu Pesawat Jatuh di Washington

    Siswa Miskin Cina Bawa Kursi dan Meja ke Sekolah

    Korsel Lepaskan Balon Raksasa Anti-Pyongyang

    Taliban Ancam Bunuh Pangeran Harry

    India-Pakistan Akhiri Pembatasan Visa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.