Injil Milik Elvis Presley Laku Rp 907,7 Juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Elvis Presley. Foto: sunrecords

    Elvis Presley. Foto: sunrecords

    TEMPO.CO, London - Sebuah Alkitab yang dulu dimiliki Elvis Presley terjual dalam sebuah lelang di Greater Manchester. Seorang kolektor membelinya seharga 59 pound sterling atau setara Rp 907,7 juta.

    Kitab setebal 1.600 halaman ini adalah hadiah dari paman dan bibinya, Vester dan Clettes, di Natal pertamanya pada 1957. Saat itu, Elvis dan orang tuanya masih tinggal di Graceland.

    Dalam Alkitab itu, ada tulisan tangan Presley. Raja rock n roll ini meninggal pada 16 Agustus 1977 saat berusia 42 tahun.

    Sepasang celana yang belum dicuci milik penyanyi itu juga dijual di lelang Omega di Stockport. Namun lelang atas barang itu gagal mencapai harga yang dikehendaki.

    Alkitab itu adalah satu di antara lebih dari 100 buah benda-benda kenangan Elvis yang dijual. Koleksi ini dijual atas nama seorang kolektor Elvis di Inggris yang menjual seperempat dari koleksinya.

    Karen Fairweather, dari balai lelang, mengatakan suasana benar-benar menarik di dalam ruangan lelang. Sekitar 300 orang peserta lelang berbaur dengan penawar secara online dan melalui telepon di seluruh dunia.

    Tiga penawar bersaing ketat untuk mendapatkan Alkitab. "Ada tepuk tangan riuh ketika palu diketuk. Ini sungguh luar biasa," katanya.

    Pemenang lelang adalah seorang penawar melalui telepon yang disembunyikan identitasnya. Yang jelas, dia adalah seorang pria Amerika Serikat yang kini tengah tinggal di Inggris.



    BBC | TRIP B

    Terpopuler
    “Saya Densus 88, Kamu Teroris Ya"

    JAT: Kekerasan Atas Nama Syariat Islam, Halal

    Kubu Jokowi-Ahok Tolak Larangan Jualan Baju Kotak-kotak

    Perempuan Turki Penggal Kepala Pemerkosanya

    Messi Cetak Gol Spektakuler, Argentina Menang 3-1

    Kisah Munir dan Motor Tuanya



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.