Tergulingnya Saddam Melahirkan Masalah Baru di Timur Tengah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Menggusur Saddam Hussein membuat Amerika Serikat mendapatkan kekuasaan yang lebih di Timur Tengah. Selain itu tenggelamnya Saddam, juga tidak menjamin keamanan ataupun stabilitas yang lebih baik dalam jangka waktu panjang. Peringatan itu disampaikan dalam laporan The Royal Institute of International Affairs, Senin (3/3) di London, Inggris. Dalam laporan yang berjudul Irak: Bunker Radioaktif Regional, Institut yang merupakan lembaga pemikir (think-thank) berbasis di London, menerangkan tiga skenario pertempuran Irak bila perang pecah. Tiga skenario itu, adalah aksi cepat Amerika Serikat yang akan menghasilkan kemenangan dan pendudukan atas Irak, sebuah kudeta terhadap Saddam Hussein, atau sebuah perang yang berlarut-larut seperti yang terjadi di Vietnam. Menurut lembaga itu, perubahan rezim di Irak akan membuat pengaruh AS pada level regional (di Timur Tengah) dan internasional semakin besar, namun tidak akan berpengaruh positif atas kondisi sosial politik di Irak sendiri. Laporan hasil analisis itu menyatakan, skenario pertama dengan melakukan kudeta, kesempatannya digambarkan sebagai kondisi yang tidak memungkinkan. Sementara skenario kedua berupa kemenangan cepat, hanya membuat AS mengambil usaha yang minimalis untuk memperbaiki kondisi internal Irak. Dan ini paling mungkin, sebab orang Amerika akan memaksa George W. Bush untuk memfokuskan pada perbaikan ekonomi Amerika Serikat. Sementara pada seknario ketiga dimana pertempuran yang berlarut-larut, akan menghasilkan hal paling buruk bagi rakyat Irak, komunitas internasional dan Bush sendiri. Namun yang ketiga ini tergantung dari kesuksesan rencana Saddam untuk bertahan dari invasi Amerika Serikat dan memperpanjang pertempuran. Rencana Irak untuk mempertahankan diri akan membuat dilakukan dengan cara pertahanan yang desentralitatif. Maksudnya pertahanan tersebut akan dilakukan secara desentralisasi hingga ke tingkat komando paling bawah dan akan dipusatkan di daerah perkotaan. Harapannya adalah memberikan kontrol bagi komando lokal hingga pejabat militer senior, sehingga resistensi akan terus berlanjut bahkan bila Baghdad sudah diduduki,bunyi analisis tersebut. Selanjutnya menurut analisis lembaga itu, bila terjadi perang, maka ekonomi Suriah dan Yodania akan terhempas oleh gangguan lalu lintas distribusi minyak dan jalur perdagangan, karena sanksi menahun dari PBB bagi Irak. Ekonomi Turki juga akan mengalami nasib serupa, walaupun perhatian yang lebih diprioritaskan pemerintah Turki adalah, dampak dari komunitas Kurdi yang jumlahnya signifikan untuk menuntut kemerdekaan politik di tengah-tengah peperangan. Iran, di satu sisi tidak akan menyesali penggulingan Saddam, namun pada saat yang sama akan melihat intervensi militer Amerika Serikat berikutnya di Timur Tengah. Sementara, semua tetangga Irak diantaranya Iran, Yordania, Kuwait, Arab Saudi, Turki dan Suriah akan kebanjiran pengungsi dari Irak, sesuatu yang tidak mereka harapkan, apalagi dalam jangka waktu panjang. Para tetangga itu akan memiliki kepentingan untuk melihat hasil dari ketangkasan Amerika di Timur Tengah pasca pertempuran, yaitu merehabilitasi dan membangun kembali Irak.(AFP/Yophiandi)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.