Pasukan Selandia Baru Tinggalkan Afganistan 2013

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Fabrizio Bensch

    REUTERS/Fabrizio Bensch

    TEMPO.CO, Wellington - Selandia Baru secara resmi mengumumkan bahwa seluruh pasukannya akan ditarik dari Afganistan, April 2013. Beberapa pejabat Negeri Kiwi itu mengatakan ini adalah refleksi "perencanaan logistik hati-hati" dan bagian dari rencana transisi pasukan internasional.

    Selandia Baru mengerahkan pasukannya di Afganistan sejak 2003 dan baru-baru ini menempatkan 140 pasukannya di Provinsi Bamiyan. Pengumuman kebijaksanaan penarikan pasukan disampaikan menyusul tewasnya lima serdadu Selandia Baru dalam dua penyerangan Agustus 2012.

    Tiga di antara pasukan Selandia baru yang tewas dalam serangan Agustus 2012 itu adalah Kopral Luke Tamatea, Kopral Jacinda Baker, dan Richard Harris. Ketiganya tewas ketika kendaraan yang ditumpangi, di Humvee, Provinsi Bamiyan, dihantam bom yang ditanam di jalan raya. Sementara dua lainnya, Kopral Rory Malone dan Pralli Durrer, tewas pada 5 Agustus 2012.

    Menanggapi anggota militernya yang tewas, Panglima Angkatan Bersenjata Selandia Baru Letnan Jenderal Rhys Jones mengatakan kepada 3News bahwa negaranya tetap akan memberikan dukungan kepada polisi untuk mencari pelaku pengeboman dan membantu mengerahkan pasukan khusus melawan kelompok-kelompok yang bertanggung jawab.

    Dalam pernyataan yang dikutip media massa, Menteri Pertahanan Jonathan Coleman menyatakan, "Pengerahan pasukan lebih dari sepuluh tahun. Selandia Baru telah berkontribusi dalam upaya mencegah teroris internasional, meningkatkan keamanan, dan membangun serta membantu pemerintahan Provinsi Bamiyan."

    Menteri Luar Negeri Murray McCully mengatakan Selandia Baru akan melanjutkan dukungannya kepada Afganistan. Dia menambahkan, dukungan tersebut termasuk dalam bentuk pengiriman pelatih untuk akademi militer Afganistan, keuangan, dan bantuan pembangunan lainnya.

    BBC | STUFF.COM | CHOIRUL

    Berita Populer:
    Jokowi: Ada Instruksi Agar Yang di Sana Itu menang

    83 Persen Melawan 17 Persen,Jokowi Yakin Menang

    Kang Jalal pun Diancam Mati

    Kisah Kang Jalal Soal Syiah di Indonesia(Bagian 2)

    Indonesia Pemilik Pertama Super Tucano di ASEAN

    Cerita Jalaluddin Rakhmat Soal Syiah Indonesia (Bagian I)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.