KTT Non-Blok Resmi Dibuka, Iran Kutuk AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PBB Ban Ki-moon (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad (kanan) dalam rangka acara KTT Nonblok di Theran, Iran (29/8). REUTERS/Arash Khamooshi/ISNA/Handout

    Sekjen PBB Ban Ki-moon (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad (kanan) dalam rangka acara KTT Nonblok di Theran, Iran (29/8). REUTERS/Arash Khamooshi/ISNA/Handout

    TEMPO.CO, Teheran – Pemimpin besar Iran, Ayatullah Ali Khameini, menyerukan agar semua pemimpin 120 negara anggota Non-Blok bersatu dan bekerja sama menciptakan tata dunia baru yang lebih setara dan tanpa dominasi Amerika Serikat. “Tata dunia selama ini yang didominasi kepentingan AS dan sekutunya sudah usang dan sudah saatnya ditinggalkan,” kata Ali Khameini dalam pidato pembukaannya di gedung utama Organization of Islamic Conference, Kamis, 30 September 2012.

    Menurut Khameini, sejak awal Gerakan Non-Blok didirikan untuk melawan dominasi dari kekuatan kolonial. Sampai saat ini pun, tujuan Non-Blok masih relevan, kata Khameini, karena tatanan dunia global masih jauh dari kesetaraan antarsemua negara di dunia.

    Dia mengaku yakin upaya Non-Blok untuk mengubah tatanan global pada saatnya berhasil. “Upaya inklusif untuk mengubah tatanan ini menjadi tatanan yang adil dan berperikemanusiaan, akan memberi inspirasi dan memenuhi harapan,” katanya.
     
    Ali Khameini menilai kesempatan untuk mengubah tatanan dunia global ini tak akan datang dua kali dan merupakan kesempatan yang langka. 

    Dalam bagian lain pidatonya,  Khameini juga menyerukan solusi baru untuk mengakhiri konflik Palestina. “Selama ini, solusi dari negara-negara Barat salah arah dan tidak berhasil,” katanya. Karena itu, kata Khameini, Iran mengusulkan sebuah lembaga independen internasional mengadakan referendum di kawasan Palestina untuk menentukan bentuk, struktur, dan konstitusi negara baru Palestina merdeka.

    WAHYU DHYATMIKA (TEHERAN)

    Berita Terpopuler:
    Kelompok Jhon Kei dan Hercules Bentrok Soal Lahan

    Mirwan: Saya Tak Ada Transaksi dengan Tina Talisa

    Osama Sudah Tewas Saat Navy SEAL Serbu Kamarnya

    Wawancara Tina Talisa: Seperti Tsunami Bagi Saya

    Diadukan ke Polisi Gara-gara Berisik Saat Bercinta

    Pengamat Kritik SBY Tegur Anak

    Kang Jalal Bagikan Al-Quran yang Dibaca Kaum Syiah

    Giliran Jokowi Dilaporkan ke Panwas

    Politikus Demokrat Kesandung Dugaan Korupsi

    Pengikut Aliran Romo Agus di Bogor Tobat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.