Lakukan Kudeta, 665 Tentara Bangladesh Dipenjara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • enderdedeagac.av.tr

    enderdedeagac.av.tr

    TEMPO.CO

    DHAKA - Pengadilan militer Bangladesh menghukum 665 tentara perbatasan dalam keterlibatan pemberontakan militer berdarah tahun 2009, Selasa 28 Agustus 2012. Hukuman bervariasi dari penjara empat bulan hingga tujuh tahun. Saat ini, pemerintah telah menahan 5 ribu pembelot dalam kerusuhan itu. "Pengadilan memiliki bukti kuat keterlibatan Batalyon 665-44, ikut mendalangi dan memimpin pemberontakan", kata jaksa Letnan Kolonel Zakir Hossain.

    Para pembelot menyerang kantor pusat militer (Bangladesh Rifles) di Dhaka. Mereka menolak kebijakan komandannya. Sebanyak 57 perwira militer senior tewas. Mayat korban dibuang di selokan dan sebagian dikubur. Bermula dari Dhaka ke pemberontakan ini menyebar di BDR seluruh negeri, dengan ribuan penjaga mengangkat senjata melawan komandannya.

    Dari 673 tentara yang ditangkap, delapan orang dibebaskan. Sisanya, pengadilan telah menghukum dengan penjara empat bulan hingga tujuh tahun. "113 tentara telah dieksekusi," katanya.

    Puluhan pengadilan khusus - yang dijalankan oleh militer dan sipil - yang dibentuk untuk mengadili pemberontak. Pada putusan pertama menghukum 29 tentara pada April 2010. Hingga Agustus 2012, Pengadilan telah memproses 5.203 tentara. Ini adalah kasus terbesar.

    Pengadilan, dipimpin oleh perwira militer, tidak mengizinkan terdakwa untuk memiliki pengacara dan tidak memiliki hak banding. Tujuh tahun di penjara adalah hukuman maksimal yang mereka yang dianggap dedengkotnya.

    Tak hanya tuduhan melakukan kudeta yang harus dihadapi serdadu itu. Mereka juga harus siap dengan tuduhan pembunuhan yang diproses secara terpisah. Hukuman mati siap menanti jika terbukti bersalah. "Dari 665 tentara dihukum pada Selasa, 129 masih menghadapi tuduhan pembunuhan," kata Hossain.

    ASIAONE, EKO ARI

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.