Militan Yaman Mulai Masuk ke Saudi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sisa benda mencurigakan yang diyakini sebagai bom waktu di Kantor Kas Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rumah Sakit Dr. Sardjito, kabupaten Sleman, Yogyakata, Senin (16/7/2012). Benda yang diyakini sebagai bom waktu ini ditinggalkan oleh pelaku perampasan uang 155 juta di Kantor Kas BRI tersebut dan akhirnya diledakkan di tempat oleh tim Gegana karena alasan keamanan. TEMPO/Suryo Wibowo

    Sisa benda mencurigakan yang diyakini sebagai bom waktu di Kantor Kas Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rumah Sakit Dr. Sardjito, kabupaten Sleman, Yogyakata, Senin (16/7/2012). Benda yang diyakini sebagai bom waktu ini ditinggalkan oleh pelaku perampasan uang 155 juta di Kantor Kas BRI tersebut dan akhirnya diledakkan di tempat oleh tim Gegana karena alasan keamanan. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Riyadh - Pemerintah Arab Saudi mulai terusik dengan keberadaan militan asal Yaman. Menurut kantor berita Saudi Press Agency, seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri mengatakan telah menangkap seorang pimpinan militan dan enam anggotanya pada Ahad, 26 Agustus 2012. "Pimpinannya adalah warga Saudi, sisanya berasal dari Yaman," kata seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri, Selasa, 28 Agustus 2012.

    Ada dugaan militan ini akan melakukan aksi terorisme. Polisi sedang mencari lokasi penyimpanan bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat bom. Polisi telah menemukan dokumen dan uang tunai yang menyudutkan kegiatan militan.

    Polisi menilai militan ini adalah orang-orang yang berpengalaman melakukan pengeboman. Mereka telah merencanakan aksi itu secara teliti. "Mereka mempersiapkannya secara matang dan menyiapkan bom yang akan diuji di luar kota Riyadh," kata pejabat itu.

    Kementerian Dalam Negeri telah melakukan penyelidikan selama beberapa bulan dan menemukan sebuah sel kedua di kota Jeddah. Seorang anggota militan dituduh menjadi pelaku uji coba bahan peledak kimia. "Namun rencana itu telah digagalkan dan ia juga telah ditangkap," ungkap kantor berita itu.

    CNN | EKO ARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.